Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LANGKAH sigap Polri dan TNI dalam mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru membuahkan suasana aman. Langkah-langkah pengamanan tersebut pun semakin solid dari pusat hingga ke daerah.
"Semua dari pusat dan daerah satu gerakan dalam posisi siaga satu sehingga tidak meninggalkan celah untuk ancaman menjadi kenyataan. Apalagi potensi ancaman sangat fluktuatif," ujar pengamat intelijen Wawan Purwanto saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.
Meskipun begitu, Wawan mengingatkan aparat keamanan untuk tetap waspada terhadap potens-potensi ancaman.
Ia menuturkan tidak ada kata cukup dalam hal melakukan pengamanan dan pencegahan aksi terorisme.
"Cukup atau tidak, upaya yang dilakukan memang maksimal dan sudah sesuai dengan standar prosedurnya. Tapi tetap harus waspada karena potensi akan terus ada," ujarnya.
Beredarnya isu pemimpin kelompok teroris Bahrun Naim tewas pun tak bisa dipandang sebelah mata oleh aparat. Pasalnya, masih ada pengikutnya dan teroris dari kelompok-kelompok lain yang siap melakukan aksi kapan saja.
Kelompok-kelompok tersebut bisa saja melakukan aksi ketika tersulut oleh isu-isu tertentu yang ada. Pendadakan dan penghadangan pun, menurut Wawan, mungkin bisa menjadi aksi utama yang bakal mewarnai aksi teror tahun depan.
"Isu yang beredar, Bahrun Naim telah tewas. Meskipun demikian, tetap Polri tidak boleh meninggalkan celah. Harus tetap maksimal dalam upaya pengamanan karena masih ada pengikutnya dan orang-orang lain," tutur Wawan.
Lebih lanjut Wawan menegaskan upaya pencegahan maksimal diharapkan tidak hanya datang dari pemerintah melalui instansi terkait, tetapi juga dari masyarakat berupa informasi-informasi pendatang atau warga yang memiliki aktivitas atau perilaku tidak wajar.
Sejak November, kepolisian telah menangkap tidak kurang dari 28 terduga teroris. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan sebanyak lima di antaranya tertangkap di Malaysia dengan bantuan kepolisian setempat.
Selain itu, Direktorat Jenderal Imig-rasi sepanjang tahun ini melarang sebanyak 302 warga negara asing masuk Indonesia karena diduga terkait dengan terorisme.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved