Tiga Parpol Bersatu di Lima Daerah

Nov/P-5
26/12/2017 10:52
Tiga Parpol Bersatu di Lima Daerah
(ANTARA/INDRIANTO EKO SUWARSO)

KETUA Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman, dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan melakukan pertemuan membahas Pilkada serentak 2018 di Kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (24/12) malam.

Seusai melakukan pertemuan sekitar 1 jam lebih, ketiga partai sepakat melakukan koalisi dalam pemilihan kepala daerah, khusunya pemilihan gubernur (pilgub) di lima daerah. Kelima daerah itu ialah Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra Utara, Kalimantan Timur, dan Maluku Utara.

"Kami bertiga akan terus menjaga kebersamaan di dalam event politik, khususnya di pilgub. Kami sudah menyepakati (koalisi) di Jawa Barat, Jawa Tengah, kemudian di Sumatra Utara, Kalimantan Timur, kemudian di Maluku Utara," kata Presiden PKS Sohibul Iman dalam pernyataan persnya di DPP PKS, Jakarta Selatan, Minggu (24/12).

Dia menjelaskan alasan di balik koalisi dengan Gerindra dan PAN ialah untuk mengulang kemenangan di Pilgub DKI Jakarta. Saat itu, ketiga partai tersebut bersatu mengusung pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang kemudian terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.

Meski telah bersepakat akan berkoalisi di lima daerah, Sohibul mengatakan ketiga partai belum menyepakati soal nama yang akan diusung. Partai akan menggelar rapat terlebih dahulu pada Rabu (27/12).

"Buat PKS, hari Rabu akan mengadakan rapat dewan pimpinan pusat. Kalau di Gerindra di dewan pembina. Nanti insya Allah pada Rabu diberikan nama-nama," ungkap Sohibul.

Selain menyepakati berkoa-lisi di lima daerah, Sohibul menjelaskan pertemuan juga memutuskan bahwa ketiga partai akan menunda pembahasan terkait dengan pilgub Jawa Timur. Berkoalisi kembali atau tidak akan diputuskan seusai Tahun Baru.

Sohibul juga menandaskan bahwa koalisi di Pilkada 2018 sangat mungkin hanyalah pintu pembuka menjelang koalisi yang lebih besar, yakni pada Pemilihan Umum 2019. Ketika itu, Indonesia akan mengadakan hajat politik berupa pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilres).

"Pilkada 2018 adalah stepping stone kepada Pemilu 2019, mudah-mudahan (kerja sama tiga partai) bisa terpelihara sampai 2019," tandasnya.

Seperti diketahui, pada Pilpres 2014, ketiga partai tersebut juga berkolaborasi dalam mendukung pencalonan Prabowo sebagai presiden dan Hatta Rajasa sebagai wakil presiden. Namun, pasangan itu kalah dari Joko Widodo-Jusuf Kalla yang kini menjadi presiden dan wakil presiden periode 2014-2019.

Di kesempatan terpisah, politikus PKS Hidayat Nur Wahid mengingatkan rakyat Indonesia agar memilih pemimpin yang komit membangun bangsa dan negara dengan kebijakan yang pro-rakyat.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya