Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RUJUK kembali dengan Ridwan Kamil menjadi kemungkinan terkuat bagi Partai Golkar untuk dapat memenangi pilkada Jawa Barat tahun depan. Hal itu karena Kang Emil--panggilan Ridwan Kamil--memiliki elektabilitas tinggi dan menjadi figur yang paling kuat saat ini di Jawa Barat.
Pengamat politik dari Universitas Indonesia Hamdi Muluk mengatakan itulah yang tidak dimiliki tokoh lain yang berasal dari partai politik dan menjadi magnet pada diri Kang Emil.
Meski demikian, imbuh Hamdi, jika rujuk kembali dengan Kang Emil, Golkar sulit mengalah setelah sebelumnya mencabut dukungan dan mendeklarasikan Dedi Mulyadi untuk menduduki kursi nomor satu di Jawa Barat.
Hal itu bukanlah hal yang menyenangkan bagi Partai Golkar yang juga partai besar di Jawa Barat. Di sisi lain, jika berkoalisi dengan partai lain seperti Demokrat, PAN, dan PKS yang mengusung Dedy Mizwar, Partai Golkar harus mengalah dan hanya akan mendapat kursi Jabar-2.
Pilihan buntu justru akan terjadi jika berkoalisi dengan PDIP sebab hingga kini PDIP belum jelas akan mengusung siapa. Hamdi memandang tak ada tokoh lain di dalam PDIP atau di luar parpol yang memiliki figur sekuat Ridwan Kamil.
Pendapat berbeda diungkapkan Direktur Eksekutif Syaiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Djayadi Hanan. Menurutnya, Ridwan Kamil, Dedy Mizwar, dan Dedi Mulyadi memiliki kekuatan yang merata. "Ridwan Kamil terkuat. Elektabilitasnya merata hampir di seluruh wilayah Jawa Barat, tetapi kelemahannya ada pada loyalitas pemilih dari tiga partai pendukungnya," ujar Djayadi.
Semua partai pendukung, kecuali Partai NasDem, cenderung berkeras Ridwan Kamil memilih wakil dari kader mereka. Adapun NasDem, kendati mengajukan Saan Mustopha, tetap konsisten menyerahkan keputusan kepada Ridwan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved