Muslimat NU Dukung Khofifah

Indriyani Astuti
26/12/2017 09:33
Muslimat NU Dukung Khofifah
(MI/Abdus Syukur)

KHOFIFAH Indar Parawansa memohon doa restu serta dukungan dari segenap warga Muslimat NU se-Jawa Timur dalam forum peringatan Maulidurrosul di Pesantren Nurul Amanah Burneh Bangkalan, Madura, Minggu (24/12).

"Tolong disampaikan kepada warga dan anggota Muslimat NU di jajaran masing-masing bahwa saya dan Emil Dardak, insya Allah awal Januari 2018 akan mendaftarkan ke KPU Jatim untuk pencalonan kepala daerah dalam pilgub Jatim bulan Juni 2018," tuturnya.

Khofifah mengungkapkan sebagai warga yang lahir dan dibesarkan di Jawa Timur, ia ingin berjuang dan bekerja keras bersama warga Jawa Timur untuk mengantarkan provinsi itu makin hebat, bermartabat, baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Dari Jawa Timur terlahir Kerajaan Majapahit yang luasnya searea Nusantara. Panji Merah Putih dikibarkan, yang akhirnya menjadi bendera Indonesia. Jawa Timur merupakan provinsi penyumbang pendapatan domestik regional bruto (PDRB) terbesar kedua setelah DKI Jakarta. Masyarakat Jawa Timur sangat dinamis dan progresif," ujar Menteri Sosial itu.

"Ini merupakan potensi efektif sebagai pemacu daya saing baik skala nasional maupun internasional. Karena itulah saya dan Pak Emil ingin menjadi bagian pelaku sejarah yang bersama rakyat Jawa Timur bisa mewujudkan harapan besar tersebut," terang Khofifah di hadapan lebih dari 6.000 peserta kegiatan.

Tercatat pengurus dari 43 cabang Muslimat NU dari 38 kabupaten dan kota se-Jawa Timur yang hadir. Mereka dari Himpunan Daiyah Muslimat (Hidmat) dan Ikatan Haji Muslimat NU se-Jatim. Khofifah pun mengajak warga Muslimat NU bersama-sama berikhtiar untuk kemenangan Khofifah-Emil.

Khofifah yang kini menjabat Ketua Umum PP Muslimat NU periode 2016-2021 hadir didampingi jajaran Pengurus Pusat Muslimat NU, di antaranya Sekretaris Umum Ulfa Masrufah.

Didukung Gus Sholah

Turut memberikan tausiah kebangsaan dalam forum tersebut ialah KH Salahuddin Wahid yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang.

Kiai yang akrab dipanggil Gus Sholah itu mengatakan saat ini perlu diluaskan perspektif terkait dengan hal-hal sederhana agar tak menjadi polemik yang tidak produktif.

Misalnya ada pendapat yang meluas bahwa Hari Ibu haram. "Ini kelihatan bahwa yang bersangkutan kurang memahami masalah. Ini pentingnya Muslimat NU melakukan diversifikasi profesi, termasuk di wilayah hukum dan kemajuan teknologi," ujar adik kandung Gus Dur tersebut.

Ketua Pengurus Wilayah Muslimat NU Jawa Timur, Masruroh Wahid, mengimbau warga muslimat NU Jatim untuk mendukung Khofifah yang juga Ketua umum PP Muslimat NU.

"Saya minta kita semua merapatkan barisan. Solid dan berkomitmen memberikan dukungan sepenuhnya kepada Ibu Khofifah Indar Parawansa."(P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya