Presiden Minta Partai Golkar Solid

Rudy Polycarpus
19/12/2017 06:30
Presiden Minta Partai Golkar Solid
(MI/M IRFAN)

PRESIDEN Joko Widodo meminta seluruh kubu di tubuh Partai Golkar untuk menjaga soliditas partai. Apalagi menjelang tahun politik 2018-2019, pemerintah membutuhkan stabilitas politik.

Jokowi menilai Partai Golkar saat ini memang tengah memiliki banyak kubu. "Saya tahu ada grup-grup besar. Ada grup Jusuf Kalla, ada grup Aburizal Bakrie, ada grup Luhut Pandjaitan, ada pula grup Akbar Tandjung, ada juga grup Agung Laksono," kata Presiden sambil tersenyum ketika memberikan sambutan pada Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar di Jakarta Convention Center, kemarin.

Meski demikian, Presiden berharap Golkar tidak pecah dengan berbagai pertentangan di internal hingga menghabiskan energi. "Jadi, jika Golkar gonjang-ganjing, jika Golkar tidak solid, jika di internal Golkar ramai, ini tidak bagus untuk Golkar maupun untuk politik nasional," kata Presiden.

Presiden mengaku analisisnya soal kubu-kubuan di tubuh partai beringin itu bisa saja salah. Menurutnya, kader Golkar yang lebih mengetahui kondisi internal mereka.

Presiden juga menceritakan telah menerima kunjungan pengurus DPD I Partai Golkar dari seluruh Indonesia. "Mereka menyampaikan aspirasi, mengusung Airlangga Hartarto sebagai ketua umum," katanya.

Saat itu dia menanyakan apakah ada aspirasi lain, tapi para pengurus DPD I Golkar menyatakan tidak ada. "Kalau begitu, kader Partai Golkar sudah solid," kata Jokowi.

Sementara itu, Partai Golkar memutuskan tetap mendukung Joko Widodo sebagai capres 2019. "Kinerja Presiden telah mendapat apresiasi, seperti tingginya tingkat kepuasan dan dukungan yang luas dari masyarakat," kata Koordinator Bidang Kepartaian Partai Golkar Kahar Muzakir saat membacakan hasil keputusan Rapat Pimpinan Nasional III Partai Golkar, kemarin.

Ketua Umum terpilih DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto sendiri menyatakan ingin memperbaiki elektabilitas partai yang merosot tajam. "Kami akan bekerja keras dengan menjadi partai yang bersih, berintegritas, serta dengan aplikasi metode kampanye modern," ujar dia.

Para kader muda Golkar berharap munaslub mampu menghasilkan keputusan strategis, yakni keluarnya nama kader internal yang akan diusung untuk mendampingi Jokowi di Pilpres 2019.

"Tahun politik sebentar lagi, sekitar dua minggu. Jika munaslub hanya mengukuhkan ketua umum, sangat sayang," ujar Khalid Zabidi, pengurus DPP Partai Golkar Bidang Media dan Penggalangan Opini, Minggu (17/12) malam.

Posisi ketua

Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Golkar Priyo Budi Santoso menyatakan penunjukan Airlangga menggantikan Setya Novanto sebagai ketua umum rawan digugat.

Dia menilai masalah itu lebih baik diselesaikan di munaslub. "Ini (pengangkatan melalui rapat pleno) cukup berisiko," kata Priyo di Jakarta, kemarin.

Jika terjadi kesalahan prosedur, menurut Priyo, hal itu akan berbahaya dan berisiko karena suatu saat ketua umum dapat dilengserkan melalui rapat pleno DPP yang dilaporkan ke tingkat rapimnas.

Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung berharap Airlangga bisa membawa Golkar ke semangat yang lebih baru dalam kurun lima tahun.

Itu berbeda dengan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie atau Ical yang menyatakan posisi ketua umum hanya mengisi kekosongan dari ketua sebelumnya. "Kalau menurut keputusan rapat pleno, hanya sampai 2019," kata Ical, kemarin.

Selain itu, Presiden Jokowi juga belum mengambil sikap terkait dengan posisi Airlangga yang merangkap sebagai menteri perindustrian. Presiden mengatakan akan mengambil sikap setelah Munaslub Golkar ber-akhir.(Ssr/Deo/Gol/Mtvn/Ant/X-11)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya