Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua MPR Mahyudin menyatakan sosialisasi empat pilar harus terus dilakukan meski dengan metode yang diperbaharui, bukan lagi dengan metode doktrinasi seperti yang dilakukan di masa lalu. Salah satu tujuannya menangkal dua persoalan besar bangsa, yaksi isu SARA dan radikalisme.
"Empat pilar harus disosialisasikan terus karena adanya tantangan kebangsaan pascareformasi, baik secara internal maupun eksternal. Ini penting dilakukan karena banyaknya tantangan bangsa terutama pascareformasi bergulir. Beberapa bahkan berpotensi mengarah pada konflik SARA seperti pemahaman radikalisme," jelas Mahyudin dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR yang dihadiri pimpinan, para guru seluruh santri santriwati pesantren di Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (16/12).
Menurutnya, dengan masih lemahnya penghayatan agama serta munculnya pemahaman atas ajaran agama yang keliru dan sempit, mendorong berkembangnya pemahaman radikalisme.
Untuk itu cara melawannya dengan berpedoman kepada Pancasila karena sifatnya yang sudah final sebagai dasar negara, sehingga jika ada pihak yang ingin untuk mengubah dasar negara, yang terjadi hanya akan memunculkan konflik yang tidak berujung. Karena itu ia menyerukan untuk kembali ke Pancasila menuju Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Di sisi lain pemahaman dan implementasi empat pilar juga sangat penting dilakukan untuk membentuk pribadi bangsa yang berkarakter kuat serta memiliki akhlak yang baik untuk mencegah dan membasmi karakter koruptif dan perbuatan korupsi.
"Tapi, yang perlu dipahami terutama kalangan pesantren bahwa sosialisasi ini bukan penanaman doktrin, melainkan mengingatkan kembali bahwa kita sebagai bangsa memiliki kesepakatan kolektif, yakni Pancasila sebagai pemersatu bangsa."
Mahyudin juga menitikberatkan kepada korupsi. Korupsi ialah kejahatan luar biasa yang sulit hilang bahkan bertambah marak. "Itulah mengapa korupsi menjadi masalah bersama untuk memeranginya. Lingkungan pesantren mesti yang terdepan melawan korupsi salah satunya dengan keteladanan. Sebab, Indonesia sedikit sekali sosok teladan."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved