Pemilih Rasional Tingkatkan Kualitas Demokrasi

Astri Novaria
14/12/2017 20:07
Pemilih Rasional Tingkatkan Kualitas Demokrasi
(MI/M. Irfan)

MANTAN Menteri Sekretaris Kabinet (Seskab) Andi Widjajanto mengajak peserta seminar bertajuk "Agama Dalam Pemilu 2019 Membangun Atau Meruntuhkan" untuk dewasa dalam berpolitik. Andi meminta jika kalah atau menang dalam sebuah kontestasi harus bersikap adil.

"Kita sebagai pemilih harus rasional, tidak boleh emosional, tidak boleh baperan. Menterjemahkan ide yang bisa dibawa ke depan," kata Andi di Jakarta, hari ini.

Andi menyampaikan masyarakat dihadapkan dua opsi politik yakni politik harapan atau politik ketakutan. Ia menjelaskan politik ketakutan adalah ide yang memisahkan satu yang lainnya. Idenya adalah intimidasi dan bukan mencari cara secara bersama-sama.

"Idenya adalah yang nostalgia, penak jamanku toh, itu politik ketakutan. Atau seperti menyebarkan hoax, kabar bohong, itu harus kita lawan," paparnya.

Sementara politik harapan, sambung Andi, adalah mencari cara untuk berkolaborasi bersama meskipun berbeda sikap politik. "Kalau kita bekerja dengan kawan tidak akan menang. Menggalang lawan itu adalah kunci politik. Tapi tentu ada lawan yang memang bisa diajak dan tidak," imbuhnya.

Andi pun menyinggung terkait Pilgub DKI 2017 yang dimenangkan oleh Anies-Sandi. Menurut Andi jika para bekas pendukung pasangan lain seperti Ahok-Djarot atau Agus-Sylvi masih menyerang Anies, maka para pendukung tersebut belum dewasa berpolitik.

"Kalau belum bisa rasional, yang diserang individu, Anis-Sandi, itu belum matang politik. Siapapun gubernurnya kalau bagus didukung, kalau salah kita kritisi," ujarnya.

Andi menambahkan, dalam Pilkada atau Pemilu harus siap menjadi pemenang dan harus siap pula jika kalah. Sehingga ketika menghadapi pemilu berikutnya, siap bertarung ide lagi. Ia berharap apa yang terjadi hari ini adalah proses menuju kematangan masyarakat Indonesia dalam berpolitik.

"Syarat nomer satu adalah wajar kalau kalah. Kalau kalah, ya tarung lagi. Idenya di tarungkan lagi lewat format politik yang disepakati. Jangan kalau kalah nyerang mulu membabi buta tidak ada idenya," pungkasnya. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya