ICMI-PDIP Kerja Sama Atasi Persoalan Bangsa

Ant/P-3
14/12/2017 09:00
ICMI-PDIP Kerja Sama Atasi Persoalan Bangsa
(MI/AryaManggala)

IKATAN Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) menawari PDIP untuk menjalin kerja sama di bidang kajian kebangsaan serta kegiatan bersama mengatasi persoalan bangsa.

"ICMI hari ini mendapat kunjungan dari pimpinan PDIP. Dari dialog dengan pimpinan PDIP, diketahui banyak kesamaan antara ICMI dan PDIP," kata Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie, di Kantor ICMI, Jakarta, kemarin.

Pada pertemuan tersebut, Jimly didampingi Wakil Ketua Umum Priyo Budi Santoso dan Sekjen Mohammad Jafar Hafsah.

Delegasi PDIP dipimpin Sekjen Hasto Kristiyanto didampingi antara lain Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira dan Wakil Sekjen Ahmad Basarah.

Menurut Jimly, dari dialog antara pimpinan ICMI dan pimpinan PDIP, diketahui banyak kesamaan baik dalam hal memahami persoalan bangsa dan cara menyelesaikannya maupun dalam memilah-milah persoalan bangsa.

ICMI melihat ada beberapa persoalan bangsa yang sepatutnya dapat diatasi bersama melalui kerja sama kedua lembaga itu. Persoalan tersebut, kata Jimly, antara lain, pertama, pentingnya membangun ekonomi rakyat dengan pendekatan Pancasila.

Kedua, pentingnya menegakkan demokrasi Pancasila.

Ketiga, pentingnya mengatasi kesenjangan sosial untuk meredam persoalan-persoalan yang akan muncul di masyarakat.

Keempat, visi dan sikap terhadap persoalan-persoalan internasional, misalnya persoalan klaim pemindahan ibu kota Israel ke Jerusalem yang dinilai merusak perdamaian dunia.

Pada kesempatan itu, Jimly memuji PDIP yang dinilai telah menunjukkan pengabdian kepada bangsa dan negara.

"Partai politik sepatutnya menunjukkan karya nyata untuk bangsa dan negara, tidak hanya memanfaatkan momentum dalam menghadapi pemilu," tukasnya.

Hasto menyatakan PDIP sangat berterima aksih atas sambutan dan ajakan ICMI untuk bekerja sama.

"Kerja sama PDIP dan ICMI akan saling memperkuat dalam menentukan arah pembangunan Indonesia sebagai bangsa yang sesuai dengan idiologi Pancasila," jelasnya.

Dalam tradisi kepartaian, kata dia, PDIP tentu akan merespons semua ajakan dan kritikan dengan memperkuat fungsi dan peran untuk kepentingan rakyat.

Hal itu dilakukan melalui fungsi rekrutmen politik, artikulasi, dan agregasi kepentingan rakyat, termasuk dalam memunculkan kepemimpinan.

"Maka kami melakukan kaderisasi dan sekolah partai dan sekolah Pancasila. Kami harap ICMI juga bisa mengirim pembicaranya, sebab ruang kerja sama ini kita bangun sangat luas."



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya