Munaslub 18-20 Desember di Jakarta

Christian Dior Simbolon
14/12/2017 08:44
Munaslub 18-20 Desember di Jakarta
(MI/Adam Dwi)

DEWAN Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar menggelar rapat pleno untuk membahas agenda penyelenggaraan musyawarah nasional luar biasa (munaslub). Rapat tersebut digelar di kantor DPP Golkar Jalan Anggrek Nelly Murni, Slipi, Jakarta Barat, tadi malam, pascapembacaan dakwaan terhadap Ketua Umum Nonaktif Partai Golkar Setya Novanto, di Pengadilan Tipikor, Jakarta.

Rapat pleno dipimpin Pelaksana Tugas Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham dan dihadiri seluruh pengurus harian DPP Golkar dan dilaksanakan secara tertutup. "Rapat pleno ini kami nyatakan tertutup," tegas Idrus Marham.

Menurut Idrus, rapat pleno tersebut sesuai dengan kesepakatan rapat terbatas sebelumnya yang dihadiri plt ketum, ketua harian, bendahara umum, dan para ketua koordinator bidang.

"Kita sepakati bahwa apabila dakwaan terhadap Novanto dibacakan pada hari ini (kemarin) di persidangan pengadilan tipikor, tentu secara hukum praperadilan gugur dan karena itu kita melakukan rapat pleno pada malam ini (tadi malam)," terang Idrus.

Rapat itu membahas dua agenda krusial, yakni soal munaslub dan pengisian kursi Ketua DPR yang ditinggal Novanto. Menurut Wakil Sekjen Golkar Dave Laksono, peserta rapat sepakat untuk menggelar munaslub pada 18-20 Desember di Jakarta.

"Setelah melalui perdebatan yang alot, peserta rapat menyepakati munaslub berlangsung di Jakarta pada 18-20 Desember bulan ini. Soal tempatnya akan ditentukan kemudian," ujar Dave.

Selanjutnya, kata Dave, perihal surat Novanto yang isinya menunjuk Azis Syamsuddin sebagai Ketua DPR peserta rapat sepakat hal itu akan dibicarakan setelah munaslub. "Soal itu, disepakati akan dibahas setelah munaslub," jelas Dave.

Dijaga ketat

Menjelang rapat pleno, kantor DPP Golkar dijaga ketat oleh puluhan polisi dari Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Barat. Selain itu, beberapa anggota dari satuan Brimob juga terlihat berjaga di sana. Beberapa di antaranya ada yang menggunakan senjata laras panjang. Berdasarkan pantauan Media Indonesia, polisi telah bersiaga di markas Golkar sejak kemarin siang.

Sekitar pukul 17.30, mereka menggelar apel penjagaan rapat pleno yang berlangsung mulai pukul 19.00. Sekelompok massa menggelar aksi di depan ruang rapat pleno. Mereka mendesak DPP Golkar segera menggelar munaslub.

"Golkar munaslub sekarang juga!" teriak massa yang berasal dari berbagai elemen. Ada yang mengenakan atribut Golkar, ada yang memakai kemeja Kosgoro, Kaus AMPG, dan simpatisan Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Politikus Golkar Mahyudin, kemarin, menyambangi Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Kantor Wakil Presiden. Dalam pertemuan itu, ia meminta JK membantu menyelesaikan masalah partai berlambang beringin itu.

Pertemuan antara Mahyudin dan JK berlangsung sekitar setengah jam. Mahyudin mengaku menyampaikan undangan pernikahan putrinya kepada JK. Namun, dalam pertemuan singkat itu, mereka sempat membahas nasib Golkar.

"Saya cuma menyarankan sama Pak JK, tolong bapak juga bantu kalau bisa mekanisme pemilihan ketua umum pada munaslub yang akan datang diperbaiki," katanya seusai pertemuan.

Dia mengaku tidak setuju dengan konsep one man one vote dalam pemilihan ketua umum. Ia pun menawarkan konsep pemilihan melalui formatur.

"Cara ini kami anggap lebih fair untuk memilih ketum baru," kata Mahyudin.(Ric/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya