Elite Politik Terkesan tidak Suka KPK

Dro/P-4
13/12/2017 09:36
Elite Politik Terkesan tidak Suka KPK
(MI/Rommy Pujianto)

MANTAN Ketua Komite Etik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ahmad Syafii Maarif atau yang akrab disapa Buya Syafii galau karena elite politik tidak kompak dalam mendukung kerja lembaga antirasywah tersebut.

"KPK sebagai anak kandung reformasi memang paling disorot dengan kinerja 14 tahun. Akan tetapi, yang agak menyedihkan itu elite politik tidak kompak mendukung KPK. Padahal, UU-nya dulu dibuat di DPR bersama dengan pemerintah," terang Buya di Jakarta, kemarin.

Hal itu ia sampaikan dalam talk show bertajuk Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Harkodia) dan Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi (KNPK). Menurut Buya, KPK sangat dibutuhkan dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

Korupsi merupakan kejahatan luar biasa di Indonesia sehingga upaya memberantasnya tidak boleh setengah-setengah, tapi malah harus total. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Ada kesan bahwa elite politik tidak bahagia dengan kehadiran KPK.

Ia menambahkan dukungan terhadap lembaga pimpinan Agus Rahardjo itu bukan berarti meniadakan kritik. Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu mengklaim tetap proporsional bila melihat ada kekurangan di tubuh KPK. "Misalnya KPK masih lambat dalam menetapkan tersangka," tandasnya.

Dalam kesempatan itu, panitia memutarkan video berisi pesan dari penyidik KPK Novel Baswedan tertanggal Senin (11/12) terkait dengan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia. Dalam video itu Novel menyatakan keprihatinannya karena masih maraknya korupsi di segala bidang.

"Ini perlu perhatian kita semua. Bahkan belakangan ini kita melihat korupsi fight back terjadi di mana-mana," terang Novel. Ia mengimbau seluruh aparat penegak hukum untuk terus memberantas korupsi. Masyarakat pun diharapkan berpartisipasi aktif dalam melaporkan adanya korupsi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya