Malaysia, Indonesia dan Thailand Luncurkan Kerja Sama "Local Currency Settlement"

Antara
11/12/2017 17:51
Malaysia, Indonesia dan Thailand Luncurkan Kerja Sama
(ANTARA)

Bank sentral Malaysia, Indonesia dan Thailand meluncurkan kerangka kerja sama penyelesaian transaksi perdagangan bilateral menggunakan mata uang lokal (local currency settlement) pada hari ini, karena mereka berusaha terus meningkatkan perdagangan dan investasi satu sama lain.

Ketiga bank sentral tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama bahwa mereka telah meluncurkan kerangka kerja sama penyelesaian transaksi perdagangan bilateral dengan menggunakan mata uang lokal antara Bank Negara Malaysia (BNM) dan Bank Indonesia (BI), dan Bank of Thailand (BOT).

"Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya untuk mempromosikan penggunaan mata uang lokal yang lebih luas guna memfasilitasi serta meningkatkan perdagangan dan investasi di negara-negara tersebut," kata Gubernur Bank Sentral Malaysia Muhammad Ibrahim.

Pembentukan kerangka kerja sama ini menandai tonggak penting dalam memperkuat kerja sama keuangan regional antara BI, BNM dan BOT. Selain kerangka kerja sama penyelesaian transaksi dengan mata uang lokal antara BI, BOT dan BNM, kerangka kerja sama penyelesaian transaksi baht-ringgit antara BNM dan BOT juga diperluas mencakup investasi langsung untuk memperkaya transaksi perdagangan yang ada.

Ketiga kerangka kerja sama tersebut, termasuk kerangka kerja sama rupiah-ringgit, kerangka kerja sama rupiah-baht dan kerangka kerja sama baht-ringgit yang diperluas, akan efektif mulai 2 Januari 2018.

Indonesia dan Thailand merupakan mitra penting bagi Malaysia, baik dalam perdagangan maupun investasi langsung. Ia berharap bisa melihat pertumbuhan penggunaan tiga mata uang negara itu untuk penyelesaian perdagangan lintas batas.

Pada 2016, Malaysia berbagi volume perdagangan bilateral sebesar 13,8 miliar dolar AS dengan Indonesia dan 13 miliar dolar AS dengan Thailand.

Namun, hanya 5,8 persen dan 11,4 persen perdagangan Malaysia dengan Indonesia dan Thailand yang masing-masing dilunasi dalam mata uang lokal, menurut gubernur. "Ini adalah peluang bisnis yang sangat besar untuk sektor keuangan, yang belum direalisasikan," tambahnya.

Ibrahim juga mencatat Maybank, CIMB, RHB, Public Bank, Hong Leong Bank, Bangkok Bank, United Overseas Bank dan Bank of Tokyo-Mitsubishi telah ditunjuk sebagai bank yang memenuhi syarat untuk penyelesaian transaksi tersebut. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya