Ketua Umum Golkar Harus Punya Idealisme Baik

Lina Herlina
11/12/2017 16:46
Ketua Umum Golkar Harus Punya Idealisme Baik
(Dok. MI)

GUBERNUR Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo berharap Partai Golkar jangan dibuat tidak berdaya, dan harus menjawab kebutuhan rakyat.

Syahrul sempat meramaikan Munas Bali sebagai salah satu calon ketua umum, mengaku sudah bertemu dengan Airlangga Hartarto yang disebut-sebut sebagai suksesor Setya Novanto sebagai ketua umum Partai Golkar.

"Iya saya dengan Airlangga hanya bertemu biasa, cipika cipiki dan ngobrol biasa saja," tutur Syahrul di Makassar, Sulsel, Senin (11/12).

Saat ditanya apakah ada deal dengan Airlangga? Ia menjawab tegas. "Saya tidak punya deal dengan siapa-siapa. Saya punya deal dengan idealisme, bahwa golkar penting untuk negara dan pemerintah. Satu-satunya partai yang tidak ada pemiliknya adalah Golkar. Karena golkar ini milik rakyat yang harus dijaga marwah dan konsistensinya kepada rakyat kecil."

Terkait wacana munaslub, Syahrul menambahkan harus jadi momentum dan strategi bagi golkar untuk melakukan konsolidasi kembali terhadap kepentingan rakyat.

"Ini saya sampaikan ke mana-mana. Jangan biarkan Golkar tidak berdaya, karena tidak ada yang bisa jalan, jika politiknya tidak normatif. Parpol itu bisa jadi harapan dan kebutuhan rakyat. Golkar harus dibawa ke sana," lanjut Syahrul.

Ia pun menegaskan, siapa pun nantinya yang terpilih jadi ketua, paket yang baik kebutuhan rakyat dan negara harus hadir dalam munaslub.

Saat ditanya kemungkinan maju lagi sebagai calon ketua umum, Syahrul mengaku, saat ini bukan momentum baik bagi dirinya. Alasannya, ia tidak melihat sinyal kuat untuk bisa mendekatkan idealisme dan pragmatisme.

"Jadi, kalau hitung-hitungan sebagai orang yang punya pengalaman politik, bukan lagi siapa tapi bagaimana berkompromi untuk kepentingan rakyat. Golkar ini bukan kepentingan orang per orang. Makanya saya lebih baik pasif jika tidak sependapat," seru Syahrul.

Ia pun berharap, siapa pun nanti yang jadi ketua umum Golkar, yang penting punya idealisme yang baik. Tanpa jadi pengurus pun Syahrul siap mendampingi. "Kalau soal ajakan gabung di DPP, kalau saya dianggap penting secara nasional, kita akan bekerja," pungkasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya