PKB Klaim tidak Ada Konvensi

Reza Sunarya
11/12/2017 11:42
PKB Klaim tidak Ada Konvensi
(MI/BAYU ANGGORO)

KETUA DPW PKB Jawa Barat, Syaiful Huda, memastikan tidak akan ada konvesi dalam menentukan calon Wakil Gubernur Jawa Barat sebagai pendamping Ridwan Kamil. Para ketua partai pengusung akan menggelar musyawarah setidaknya dalam dua hari mendatang.

"Kita akan bertemu dengan Pak Ridwan Kamil. Pertemuan ini termasuk dengan Dedi Mulyadi sebagai Ketua DPD Golkar Jabar," Kata Syaiful Huda di sela-sela acara final Liga Desa Nusantara di Lapang Purnawarman, Pasar Rebo, Purwakarta, Jawa Barat, kemarin.

Menurut Huda, seluruh partai politik pengusung Wali Kota Ridwan Kamil untuk menjadi Gubernur Jawa Barat pada Pilkada 2018 sudah sepakat untuk tidak menempuh jalur konvensi calon wakil gubernur. Musyawarah ditempuh karena belum ada kejelasan siapa pendamping Emil.

Ia menambahkan, partai pengusung mulai dari Golkar, PKB, NasDem, dan PPP, telah mempersilakan Emil memilih sendiri calon pendamping. "Kita memang menyerahkannya kepada Pak RK. Namun, kita juga harus melakukan komunikasi langsung," lanjutnya.

Partai pendukung Ridwan Kamil hampir semuanya mengajukan pendamping Ridwan Kamil. PPP yang mengajukan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzanul Ulum, Golkar mengajukan Daniel Mutaqien, dan PKB menyodorkan nama Maman Imanulhaq.

Partisipasi NasDem

NasDem memastikan konvensi untuk mencari calon wakil gubernur yang akan mendampingi Ridwan Kamil akan dimulai pekan depan. Sejumlah kader meminta Partai NasDem ikut berpartisipasi.

Hal itu diungkapkan Ketua DPW Partai Nasdem Jabar, Saan Mustopa, di Cirebon, Sabtu (9/12) malam.

"Insya Allah tahapan konvensi pekan depan. Nanti kita ikuti proses saja. Syarat pertama calon wakil gubernur tentu harus cocok dengan Kang Emil. Kedua, kapasitasnya tidak terlalu jauh berbeda dengan beliau. Ketiga, integritasnya harus terukur dan teruji," terang dia. Ia menambahkan rekam jejak dan elektoral juga harus jadi pertimbangan sehingga bisa memberikan sumbangan suara.

Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum pun siap mengikuti konvensi bila Emil menggelar kegiatan itu demi mencari calon wakil gubernur. "Saya tidak mempersoalkan proses penyeleksian yang dilakukan Kang Emil. Saya menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada Kang Emil," kata Uu.

Uu pun mengaku tidak mau terlalu memikirkan hal itu. Bupati Tasikmalaya itu memilih tetap fokus meningkatkan popularitas dan elektabilitasnya di masyarakat. Hal itu ia lakukan agar benar-benar siap ketika jadi berpasangan dengan Emil.

"Bagi saya (konvensi) itu hak Kang Emil dan partai pengusung. Jadi, saya tidak mau terlalu ikut campur, proses seleksi tersebut tidak tepat jika disebut konvensi," kata dia.

Dia menilai proses penyeleksian itu akan dilakukan sebaik mungkin. "Saya yakin, tokoh Jawa Barat yang jadi panelis dan Kang Emil akan objektif dalam menilai calon masing-masing," katanya.

Akan tetapi, dia akan mengikuti instruksi PPP. Partainya bernaung terkait keikutsertaannya pada penyeleksian tersebut. "Tentu, saya ini kader, jadi harus dan akan patuh terhadap keputusan partai. Saya sangat menghormati itu," katanya.(UL/Ant/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya