Perkuat Konsolidasi Jokowi, PDIP Gelar Sekolah Cakada

Dian Ihsan Siregar
10/12/2017 20:47
Perkuat Konsolidasi Jokowi, PDIP Gelar Sekolah Cakada
(ANTARA/RUDI MULYA)

PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar Sekolah Calon Kepala Daerah (Cakada) dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah serentak 2018. Dari sekolah ini, PDIP berharap mereka dapat menjadi pemimpin ideologis dan mewujudkan tradisi politik berperadaban.

"Sekolah ini sebagai tanggung jawab partai untuk menghasilkan kepemimpinan ideologis, yang membumikan Pancasila dan kepemimpinan yang membangun peradaban dengan memberi jawaban atas berbagai persoalan bangsa dan negara," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto seperti dilansir Antara, Minggu (10/12).

Hasto menjelaskan, kurikulumnya selain aspek ideologis, juga dirancang untuk membekali calon terkait tata kelola pemerintahan yang baik. Yaitu reformasi birokrasi sebagai penopang e-government, pemerintahan bersih dan bebas korupsi, serta terkait strategi pemenangan pemilu berdasarkan kekuatan gotong-royong.

"Bagi PDIP, pilkada bukan persoalan orang per orang. Namun merupakan pergerakan kolektif kepartaian bersama pasangan calon untuk memenangkan hati rakyat," ujar dia.

Menurut Hasto, di sekolah tersebut juga dibangun emotional bonding seluruh calon sehingga ketika terpilih nanti akan saling bekerja sama. Kerja sama tersebut dilakukan secara horizontal untuk menjalankan konsepsi pembangunan semesta berencana yang dirintis oleh Presiden Pertama RI, Soekarno.

"Juga kerja sama secara vertikal untuk memperkuat konsolidasi politik Presiden Jokowi (Joko Widodo)," katanya.

Hasto menambahkan, pihaknya akan terus melembagakan Sekolah Para Calon Kepala Daerah. Pada kali ini, kata Hasto, sekolah tersebut diikuti sebanyak 90 orang calon yang akan bertarung di Pilkada serentak 2018.

"Ibu Megawati Soekarnoputri (Ketua Umum PDIP) akan memberikan pembekalan khusus dalam sekolah tersebut bersama kepala daerah PDIP yang dinilai berhasil," ujar dia.

Di antaranya adalah para kepala daerah PDIP yang dinilai berhasil di Surabaya, Banyuwangi, Ngawi, Tabanan, Bangki, Dharmasraya, Semarang, Sukoharjo, Kulonprogo, dan lain-lain.

"Mereka akan menjadi inspirasi terhadap model pemerintahan prorakyat, pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat," tandas dia. (MTVN/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya