Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Presiden Joko Widodo mendapat hadiah berupa puisi dari seorang santri saat berkunjung ke Pondok Pesantren Tremas, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Puisi diberikan santri bernama Ibnu Muqni Labib.
Pemberian puisi bermula saat Presiden Jokowi memberikan kuis. "Saya minta ada enggak yang hafal Pancasila?" tanya Jokowi pada para santri dalam kunjungan, kemarin.
Ibnu yang berasal dari Banyumas mengangkat tangan setinggi mungkin agar terlihat Presiden. Usahanya membuahkan hasil.
Presiden Jokowi menunjuk dirinya maju dan mulai mengucapkan Pancasila, diikuti peserta lainnya. Setelah selesai, bocah itu tidak langsung beranjak dari podium. Ia malah meminta waktu kepada Presiden Jokowi.
"Boleh minta waktu enggak, Pak? Untuk bacakan puisi," ucap dia. Ibnu langsung membacakan puisi berjudul Khalifah Kami.
Khalifah Kami
Di hari ini,
Di Pondok Tremas yang kami cintai.
Datang bak seorang malaikat,
Yang datang bagaikan merpati.
Dengan anggun mengobati gerah hati ini,
Akibat air bah yang mertamu di pondok kami.
Dengan semangatnya memacu energi kami,
Agar kami kuat menghadapi kenyataan ini.
Kucium semerbak harum akan pengabdian sejati,
Beliaulah khalifah negeri ini.
Bukan negeri Islam yang pasti, tapi negeri yang penuh cinta, warna dan budaya.
Beliaulah khalifah kami, pemimpin kami,
Beliaulah Bapak Jokowi
Tepuk tangan bergemuruh di pondok pesantren itu usai Ibnu membacakan puisi.
Kertas puisi kemudian diminta bekas Gubernur DKI Jakarta itu. "Saya bawa ya," ucap Jokowi, sesuai keterangan tertulis Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.
Ibnu menyerahkan kertas tersebut dan berjalan kembali ke tempat semula. Namun, baru beberapa langkah dia kembali ke arah Presiden Jokowi dan menagih hadiah sepedanya. "Katanya suruh minta sepeda kepada Pak Jokowi," tanya Ibnu.
"Kok katanya? Mas Ibnu ingin tidak?" balas Jokowi.
Presiden yang kala itu tidak membawa sepeda berjanji memberikan hadiah kepada Ibnu esok hari dan diantar ke rumahnya. Namun, tak sampai petang, sepeda sudah berada di rumah Ibnu. (MTVN/OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved