Negara Perbanyak Kajian Islam Damai

MTVN/P-5
07/12/2017 10:13
Negara Perbanyak Kajian Islam Damai
(MI/MOHAMAD IRFAN)

ANGGOTA Dewan Pertimbangan Presiden, Sidharto Danusubroto, berniat memperbanyak kegiatan tentang pemahaman Islam. Hal itu diungkapkannya ketika hadir dalam acara bertajuk 'Islam Cinta dari Murcia: Kajian Pemikiran Ibn 'Arabi' di UIN Syarif Hidayatullah, Tangerang Selatan, Banten.

"Dengan mempelajari pemikiran sufi-sufi dan para filsuf Islam, kita dapat memahami bahwa Islam ialah ajaran yang penuh cinta," ujar Sidharto, kemarin.

Kegiatan itu merupakan kerja sama antara Pokja Toleransi dan Aliansi Kebinekaan UIN Syarif Hidayatullah. Acara itu bertujuan untuk mengkaji pemikiran para filsuf Islam dan sudah kali keempat diadakan setelah sebelumnya digelar juga di Universitas Indonesia (Depok), Universitas Al Azhar (Jakarta), dan Institut Pertanian Bogor.

Perwakilan Aliansi Kebinekaan, Doddy Abdallah, menambahkan bahwa cinta ialah esensi dari ajaran Islam. "Jika ada orang yang lebih mengutamakan amarah dibanding cinta, dia telah mereduksi esensi Islam itu," tandasnya.

Kegiatan itu dihadiri oleh lebih dari 250 orang dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, organisasi lintas agama, para pengambil kebijakan, dan akademisi dari berbagai institusi pendidikan. Salah satu dosen UIN, Media Zainul Bahri, menuturkan, berdasarkan kajian Ibn 'Arabi, mencintai perbedaan itu ialah bagian dari keimanan Islam. Adanya pemaksaan terhadap keseragaman berarti menentang takdir Allah SWT.

KH Agus Salim dari Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama sekaligus Ketua Pokja Toleransi berpendapat hal yang sama. "Tuhan menciptakan manusia berbangsa-bangsa untuk sama-sama belajar mengerti dan kasih sayang," kata KH. Agus Salim.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya