NasDem Bahas Kaderisasi

Putra Ananda
07/12/2017 09:55
NasDem Bahas Kaderisasi
(MI/Ramdani)

PENGURUS DPP Partai NasDem yang terdiri atas Ketua Bidang Energi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Zulfan Lindan, Ketua Bidang Industri, Perdagangan, dan Tenaga Kerja Irma Suryani Chaniago, dan Wakil Sekjen Siar Anggretta Siagian, kemarin, bersilaturahim ke kantor PP Muhammadiyah, Jakarta. Mereka diterima oleh Ketua Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas didampingi Sekretaris Umum Abdul Mukti.

Menurut Zulfan, kedatangan mereka ke markas Muhammadiyah kali ini untuk melaksanakan agenda rutin, yaitu bersilaturahim dengan organisasi kemasyarakatan. Kedekatan dengan Muhammadiyah sudah ada sejak awal berdirinya Partai NasDem. "Ini merupakan silaturahim rutin NasDem dengan Muhammadiyah yang memang sejak dulu sudah dekat," ungkapnya.

Pertemuan pengurus kedua institusi itu berjalan penuh keakraban dan cair. Salah satu isu yang mencuat ialah proses kaderisasi. Zulfan memuji kader-kader Muhammadiyah yang memiliki kemampuan mumpuni di berbagai bidang. Hal itu sudah terlihat sejak ormas tersebut lahir pada 1912.

"Muhammadiyah ini sumber kader, banyak profesor, doktor, apalagi S-1. Dengan berbagai pengalaman itu, kita memerlukan kader Muhammadiyah untuk bisa bergabung dengan NasDem, untuk ikut membesarkan NasDem sebagai partai politik," ucap Zulfan.

NasDem, kata dia, menyadari bahwa sebagai parpol baru yang kini berada di pemerintahan, tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dari banyak pihak, khususnya ormas. Diperlukan sinergi untuk membangun kebersamaan dan melakukan perbaikan-perbaikan persoalan bangsa ke depan.

"Untuk melakukan suatu kebaikan kepada bangsa, kita harus mengajak banyak pihak termasuk kekuatan-kekuatan yang ada di masyarkat. Parpol tidak bisa berjalan sendiri. Saya yakin Muhammadiyah juga mempunyai pemikiran yang sama," tuturnya.

Dalam menanggapi hal itu, Busyro mengatakan Muhammadiyah selalu memandang parpol sebagai pilar demokrasi. Ia pun sepakat bahwa kaderisasi di tubuh parpol merupakan hal yang sangat penting. Keberhasilan kader Muhammadiyah tidak lepas dari proses kaderisasi panjang yang telah dilakukan sejak ormas itu hadir di Tanah Air.

"Muhammadiyah punya pengalaman untuk mengisi sektor-sektor di luar atau di dalam pemerintahan yang masih perlu adanya perbaikan. Untuk itu, bila membutuhkan kader, kami siap untuk membantu," tukasnya.

Pilpres 2019

Zulfan juga menyinggung rapat kerja nasional Partai NasDem belum lama ini, yang secara aklamasi menyatakan kembali mendukung Joko Widodo sebagai capres pada Pilpres 2019. Berkenaan dengan hal itu, Zulfan berharap PP Muhammadiyah ikut memikirkan cawapres yang akan mendampingi Jokowi. Namun, Busyro menolak untuk membicarakan hal itu.

Zulfan berharap silaturahim dengan Muhammadiyah dapat berlanjut di waktu mendatang karena NasDem membutuhkan sejumlah masukan sehingga dapat mengambil keputusan yang mampu menjamin persatuan dan kesatuan. Pasalnya, belakangan ini ada sekelompok organisasi yang seolah ingin membubarkan NKRI.

"Kita perlu membangun kebersamaan. Parpol tidak bisa berjalan sendiri dalam menjaga keutuhan bangsa ini," tegas Zulfan.(*/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya