Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
POLITIKUS Partai Golkar yang juga Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo dinilai layak untuk menggantikan Setya Novanto sebagai Ketua DPR.
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi NasDem Ahmad Sahroni menilai saat ini dewan membutuhkan figur muda seperti Bamsoet--panggilan Bambang Soesatyo--yang dapat menjaga stabilitas politik dan meningkatkan kinerja dewan.
Menurutnya, Bamsoet juga dinilainya peka terhadap kepentingan peningkatan kesejahteraan rakyat dan mampu berkomunikasi dengan luwes dalam pendekatan dengan fraksi-fraksi partai politik yang ada di DPR.
"Kemampuan memimpin Komisi III DPR membuktikan kapasitasnya sebagai sosok muda yang mempunyai kemampuan politik dan kenegaraan yang bagus," kata Sahroni.
Sahroni memandang rekan sejawatnya itu mampu menciptakan komunikasi efektif pada lembaga legislatif di Republik ini. Hal itu dibuktikan dengan adanya hubungan baik antara Komisi III dan penegak hukum selaku mitranya.
Tak hanya di kalangan internal DPR, sosok Bamsoet disampaikan Sahroni juga memiliki catatan baik di mata berbagai kalangan.
Dewan Pakar Partai NasDem Tafiqulhadi yang juga anggota Komisi III DPR menilai sosok Bamsoett layak memimpin DPR. Menurut Taufiqulhadi, dari sekian banyak kader Golkar yang duduk di Senayan, sosok Bamsoet di antaranya yang memiliki integritas.
"Sosok Bambang, dia memiliki track record yang kuat. Dia berbisnis sejak mahasiswa. Dia memiliki intelektual yang kuat karena pernah jadi pimpinan majalah dan surat kabar," kata Taufiqulhadi.
Bamsoet juga seorang anggota DPR yang terpilih beberapa kali sehingga memiliki banyak pengalaman menjadi anggota dewan.
Meski digadang-gadang untuk menjadi Ketua DPR, Bamsoet mengaku tak ingin memangku jabatan itu jika tidak ada restu dari Novanto. "Begini, saya tidak mau kalau tidak dapat restu dan blessing dari Setya Novanto selaku Ketum Golkar dan Ketua DPR."
Selain Bamsoet, kini bermunculan nama figur lain seperti Ridwan Hisjam, Fadel Muhammad, Azis Syamsuddin, dan Ade Komaruddin.
Tidak intervensi
Dari Istana, Wakil Presiden Jusuf Kalla menjamin Presiden Joko Widodo tak akan mengintervensi penyelesaian dalam kekis-ruhan Partai Golkar. "Presiden hanya ingin partai berlambang beringin tetap utuh. Presiden mendorong agar Golkar tetap solid," kata Kalla.
Pemerintah sadar dengan peran dan keberadaan partai politik. Oleh karena itu, pemerintah ingin partai politik yang ada di Indonesia tetap solid. Partai politik yang solid dapat menunjang terlaksananya demokrasi yang baik dalam sebuah sistem politik. "Kita mengharapkan itu," kata Kalla.
Partai Golkar akan menggelar musyawarah nasional luar biasa (munaslub) dalam waktu dekat. Pelaksanaan munaslub itu merupakan keinginan 34 DPD Partai Golkar yang ada di seluruh Indonesia.
Salah satu kandidat kuat yang akan dipilih menggantikan Ketua Umum Golkar Setya Novanto ialah Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto. Seperti diberitakan, Airlangga telah mengantongi izin dari Presiden Jokowi untuk ikut ambil bagian dalam perebutan kursi ketua umum partai berlambang be-ringin itu.(Pol/Ant/P-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved