NasDem dan PKB Serahkan Kandidat Cawagub kepada Ridwan Kamil

Bayu Anggoro
06/12/2017 19:34
NasDem dan PKB Serahkan Kandidat Cawagub kepada Ridwan Kamil
(MI/BAYU ANGGORO)

PARTAI Nasional Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyerahkan sepenuhnya kepada Ridwan Kamil atau Emil terkait mekanisme pemilihan calon wakil gubernur (cawagub) di Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat 2018.

Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Jabar, Saan Mustopa, di Bandung, Rabu (6/12), mengatakan, dirinya bersama Ketua PKB Jabar Syaiful Huda dan Ketua PPP Jabar Ade Munawaroh akan menemui Emil untuk memastikan hal tersebut.

"Kalau kami ingin bertemu Kang Emil dulu, untuk memastikan proses pemilihan kandidat calon wakil gubernur ini nantinya seperti apa," kata Saan seusai menggelar pertemuan dengan Ketua DPW PKB Provinsi Jabar, Syaiful Huda, dan Ketua DPW PPP Provinsi Jabar, Ade Munawaroh, di Bandung.

Menurut Saan, pihaknya tidak mempersoalkan jika mekanisme tersebut digunakan sebagai salah satu proses memilih calon wakil gubernur. Ia menuturkan cara bermusyawarah ini dinilai positif agar lebih meyakinkan Emil dalam menentukan kandidatnya.

"Ini kan karena mendengarkan masukan dari tokoh-tokoh Jabar, dari masyarakat juga tetapi jika resmi digunakan, kami meminta peserta konvensi dibatasi yakni hanya dari partai pengusung, dalam hal ini yang meraih rekomendasi dari masing-masing pimpinan pusat," katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan dibatasinya peserta ini untuk mempermudah proses konvensi tersebut.

"Kalau pesertanya ditambah lagi dari luar partai pengusung, nanti susah lagi, ramai lagi," ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh calon wakil gubernur yang diusulkan partai pengusung memiliki kualitas yang mumpuni untuk menjadi pendamping Emil dan mereka merupakan kader terbaik partai yang juga bisa memenuhi harapan masyarakat.

"Tidak perlu kita ragukan lagi kemampuannya. Mereka kader terbaik, makanya partai mengusulkan," katanya.

Menurut dia, para panelis di konvensi harus memiliki integritas yang baik agar penilaiannya objektif dan pihaknya meminta agar penguji tidak memiliki afiliasi dengan salah satu partai.

"Harus yang benar-benar independen. Yang tidak terkait dengan partai apa pun, supaya benar-benar clear. Jangan sampai ada yang meragukan independensinya," katanya.

Pihaknya memastikan, komposisi panelis masih dimungkinkan untuk berubah, tidak seperti yang Emil ungkapkan nama-namanya.

"Oleh karenanya, kami mau bertemu Kang Emil juga, salah satunya untuk membicarakan komposisi panelis," kata dia.

Sementara itu, Ketua DPW PPP Provinsi Jabar, Ade Munawaroh, berharap Emil bisa segera memilih calon wakil gubernur tanpa melalui proses konvensi. Menurut Ade, hanya Emil sendiri yang mengetahui sosok yang dibutuhkan untuk mengisi posisi pendampingnya di Pilgub Jabar 2018.

"Dan saya berpikir, kenapa harus konvensi. Yang menentukan kan orangnya sendiri. Ibarat cari jodoh," katanya.

Ketika disinggung pernyataan Ketua Umum PPP yang mengancam akan menarik dukungan jika Emil tak memilih kadernya sebagai calon wakil gubernur, Ade menyetujuinya.

"Namun yang jelas PPP sudah memasangkan kader kami yakni Uu Ruzhanul Ulum dengan Pak Wali Kota Bandung Kang Emil," katanya. (Ant/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya