Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA aparat kepolisian menemukan pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tidak bisa dianggap sepele.
Proses penyelidikan sudah menggunakan berbagai instrumen, termasuk membuka layanan hotline bagi masyarakat yang menemukan orang yang diduga mirip kedua terduga pelaku.
Komisioner Kompolnas Poengky Indarti mengatakan kerja sama semua pihak sangat diperlukan.
"Saya rasa polisi sudah melakukan scientific crime investigation. Tapi juga perlu kerja sama semua pihak, termasuk pihak korban untuk membantu mengungkap kasus ini," jelasnya di Jakarta, kemarin.
Lebih lanjut djelaskan, dengan kemampuan di-sertai teknologi yang ada, Polri dapat menggandeng pihak lain untuk melacak keberadaaan pelaku melalui pelacakan kartu identitas, kendaraan, dan nomor kendaraan.
"Itu sebenarnya bagian dari scientific crime investigation juga. Semua cara dan instrumen untuk mengungkap kasus ini bisa digunakan," ungkapnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, setelah hampir sepekan dibukanya layanan hotline, lebih dari 400 masyarakat telah berpartisipasi. Namun, hingga kini belum ada informasi yang jelas mengenai dua pelaku sesuai dengan sketsa wajah yang dibuat Polri.
"Belum ada informasi yang akurat, tapi ada telepon yang masuk dari masyarakat," ujarnya saat dihubungi Media Indonesia.
Diakui Argo, telepon yang masuk tersebut banyak yang sekadar mencoba-coba atau justru menawarkan jasa paranormal dan barang kreditan.
"Iya begitu setelah kami tanya lebih lanjut orang yang menelepon itu langsung tidak ada suara, terus sambungan telepon terputus. Begitu terus." Dia berharap partisipasi masyarakat untuk bisa membantu menemukan dua pelaku tidak pidana itu. Setelah mendapatkan sketsa wajah dua orang yang diduga pelaku, polda langsung menyebar gambar tersebut ke seluruh kantor polisi di berbagai daerah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved