IS Ancaman Serius bagi Indonesia

Nur/Pol/Adi/P-2
13/3/2015 00:00
IS Ancaman Serius bagi Indonesia
(ANTARA/RENO ESNIR)
INDONESIA jelas-jelas menjadi target perekrutan anggota oleh Islamic State (IS). Pemerintah perlu waspada terkait dengan ancaman yang serius itu.

Wakil Ketua Komisi I DPR Hanafi Rais dari Fraksi PAN mengungkapkan, dalam peta rekrutmen global IS, Indonesia masuk wilayah rekrutmen Asia dengan target 3.000-5.000 orang terekrut.

"Mestinya pemerintah lebih waspada dengan kondisi ini," jelasnya, kemarin.

Untuk diketahui, pemerintah Turki telah menangkap 16 WNI yang hendak menyebrang ke Suriah.

Diduga, mereka ke Suriah untuk bergabung dengan IS.

Adapun rute yang mereka tempuh memang sering digunakan oleh simpatisan militan IS.

Dalam menyikapi keberadaan IS, Hanafi mengatakan upaya deradikalisasi harus lebih tepat sasaran.

Selain itu, pengawasan imigrasi harus lebih responsif dan kerja sama dengan interpol lebih jelas.

Adapun Komisi I sendiri akan memaksimalkan fungsi pengawasannya.

"Kita maksimalkan terutama Kemenlu, BIN, dan Lembaga Sandi Negara agar bekerja sinergis dan efektif, termasuk mendesak presiden/wapres agar serius mengantisipasi ini, jangan anggap remeh," tuturnya.

Secara terpisah, Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyatakan sudah menginventarisasi WNI yang bergabung dengan relawan IS.

Saat ini, kata Moeldoko, TNI sudah mengantongi nama-nama yang diduga menjadi relawan IS.

"Ada catatannya agar nanti setelah kembali bisa kami pantau," ujarnya di Mabes TNI, Jakarta, kemarin.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Saud Usman Nasution mengatakan pihaknya juga masih berkoordinasi dengan Kemenlu.

BNPT juga terus mengingatkan masyarakat agar tidak terpengaruh dan terbujuk oleh gerakan IS dengan pendekatan dialogis.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya