Pemilihan Ketua Umum Golkar Didorong Secara Aklamasi

Nur Aivanni
05/12/2017 19:55
Pemilihan Ketua Umum Golkar Didorong Secara Aklamasi
(MI/Susanto)

KETUA Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) I Partai Golkar Nusron Wahid mengatakan bahwa DPD Tingkat I dan II berkeinginan agar pemilihan ketua umum Partai Golkar yang baru dilakukan secara aklamasi.

Hal itu dilakukan agar tidak menimbulkan friksi paska pemilihan ketua umum partai berlambang pohon beringin tersebut.

"Keinginan dari DPD-DPD supaya aklamasi. Kenapa aklamasi? Karena kalau pemilihan biasanya ada friksi, ada luka di Golkar. Dan biasanya recovery luka itu butuh waktu," ujarnya saat ditemui di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (5/12). Apalagi gelaran pilkada serentak sudah semakin dekat.

Sampai saat ini, nama Airlangga Hartarto masih diunggulkan untuk masuk bursa pemilihan calon ketua umum. Namun, lanjut Nusron, Golkar tidak menutup peluang bagi siapapun yang mau maju berkontestasi. Yang pasti, saat ini Airlangga sudah didukung oleh 33 DPD Tingkat I Golkar. "Tinggal Papua saja yang belum menyatakan dukungan ke Pak Airlangga," ucapnya.

Nusron menyebut kekuatan Airlangga saat ini adalah didukung oleh semua faksi yang ada di Golkar. "Akseptabilitas Airlangga bisa diterima oleh semua faksi. Hampir semua faksi Golkar bisa menerima," imbuhnya.

Terkait munaslub yang rencananya digelar pertengahan Desember ini, Nusron menuturkan saat ini masih diperdebatkan apakah munaslub akan digelar melalui rapimnas atau tidak.

Jika melalui rapimnas, munaslub tersebut merupakan iniaitif dari DPP Partai Golkar. Adapun agenda rapimnas nanti adalah meminta persetujuan dan pendapat dari DPD Tingkat I tentang pentingnya munaslub.

Namun, sambungnya, Munaslub juga bisa digelar jika mendapat dukungan 2/3 dari jumlah DPD Tingkat I Partai Golkar. "Dua agenda inilah yang akan dibahas dalam rapat pleno Golkar minggu ini," tandasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya