Calon Panglima TNI Diuji soal Pengamanan Pilkada

Ant/P-5
05/12/2017 09:08
Calon Panglima TNI Diuji soal Pengamanan Pilkada
(DOK FADLI ZON)

WAKIL Ketua Komisi I DPR Meutya Hafidz mengatakan akan mendalami kesiapan calon Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam mengamankan pelaksanaan Pilkada serentak 2018. Hal tersebut rencananya ditanyakan dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).

"Salah satunya pilkada, yang paling utama adalah waktunya singkat menuju perhelatan pilkada dan pe-milu," kata Meutya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan kesiapan TNI dalam membantu tugas pengamanan pilkada harus menjadi prioritas Hadi ketika menjadi Panglima TNI sehingga akan ditanyakan dalam uji kelayakan dan kepatutan. Ia menambahkan dalam uji kelayakan itu juga akan ditanyakan mengenai rekam jejak Hadi selama di institusi TNI, termasuk laporan harta kekayaan.

"Tapi tetap harus konfirmasi dalam uji kelayakan terhadap dua ajang demokrasi tersebut," ujarnya.

Anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon menilai uji kelayakan calon Panglima TNI di Komisi I DPR akan berjalan dengan lancar karena mungkin tidak banyak penolakan dari fraksi-fraksi di DPR. Yang terpenting, Hadi harus tegak lurus pada politik negara dan tetap mempertahankan TNI sebagai institusi yang profesional dan patuh terhadap politik negara.

"Hubungan baik dengan masyarakat Indonesia dan institusi Polri sehingga harus harmonis. Kita menunjang modernisasi alutsista TNI, peningkatan daya tempur, dan peningkatan kesejahteraan prajurit, termasuk kelengkapan fasilitas untuk keluarganya," ujarnya.

Effendi mengingatkan bahwa dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) di pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, anggaran untuk alat utama sistem persenjataan (alutsista) sebesar 1,5% dari PDB.

Menurutnya, Panglima TNI yang baru harus mampu mendorong anggaran tersebut terpenuhi agar memenuhi syarat minimum menjalankan tugas TNI sebagai alat utama pertahanan negara dan menjaga kedaulatan.

Hadi akan bertugas menggantikan Gatot Nurmantyo yang akan pensiun pada 2018 mendatang. Gatot berasal dari kesatuan TNI Angkatan Darat, sedangkan Hadi dari Angkatan Udara.(Ant/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya