Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 7,7% orang Indonesia berpotensi ikut terlibat gerakan radikalisme jika ada kesempatan.
"Kami mendapatkan angka 7,7% orang Indonesia yang berpotensi untuk terlibat dalam gerakan radikal jika ada kesempatan. Atau sebanyak 11 juta orang Indonesia jika dilihat dari jumlah penduduk di Indonesia," ungkap Direktur Wahid Foundation Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman dalam acara simposium nasional Peran Ibu Untuk Perdamaian, terkait dengan radikalisme dan intoleransi di Indonesia, di Jakarta, Senin (4/12).
Di sisi lain ada 0,4% muslim di Indonesia pernah terlibat radikalisme. Keterlibatan itu dari tingkat aktif maupun hanya ikut menyumbang dana saja.
Menurut Yenny, sapaan akrabnya, hasil survei antara Wahid Foundation dengan Lingkar Survei Indonesia (LSI), pihaknya ingin mengetahui potret toleransi di Indonesia.
"Saya ingin tahu bagaimana sih potret toleransi di Indonesia, dan kami bikin survei bersama LSI karena ingin hasil survei yang kredibel. Dan hasilnya sebanyak 0,4% mengaku pernah terlibat radikal, baik ikut terlibat aktif maupun yang menyumbang dana pada gerakan radikal dan intoleran," kata Yenny di Hotel Shangri-La, Jakarta.
Ia mengatakan persentase tersebut sangat fantastis jika dilihat dari angka penduduk di Indonesia, yakni sekitar 600 ribu orang.
"Kelihatannya sedikit angka 0,4% itu, tapi jika diambil dari jumlah penduduk di Indonesia, maka dtemukan angka 600 ribu orang pernah terlibat, ini kan sangat mengkhawatirkan," terangnya.
Namun demikian, Yenny memaparkan dari hasil survei tersebut ditemukan angka 72% bangsa Indonesia menolak aksi dan tindakan radikalisme. Inilah kesempatan Indonesia untuk mencegah berkembangnya paham dan gerakan kelompok radikal, termasuk pihak-pihak yang berpotensi untuk terlibat.
"Good news-nya adalah 72% orang Indonesia menolak radikal. Jadi ada ratusan juta yang menolak tindakan radikal," ujar Yenny.
"Bagusnya adalah kita bisa melakukan tindakan pencegahan gerakan radikal. Mumpung masih 0,4% kita lakukan tindakan untuk memperkecil dan agar tidak semakin melebar," imbuhnya lagi. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved