Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang direkomendasikan sebagai calon Panglima TNI dinilai bakal mudah saat menjalani tahapan tes di DPR. Segudang prestasi Hadi menjadi modal kuat untuk bisa menggantikan posisi Jenderal Gatot Nurmantyo.
Wakil Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid mengatakan, Hadi sudah akrab dengan anggota dewan mulai pada saat menjabat sebagai pimpinan Sekretariat Militer (Sesmil) Presiden Joko Widodo. Hadi yang merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1986 ini dinilai menjadi pilihan yang tepat dalam sisi keadilan dan kebersamaan TNI.
"Kami sudah terbiasa dan sering komunikasi dengan Pak Hadi. Jadi saya rasa tidak terlalu ada masalah," kata Meutya di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Senin 4 Desember 2017.
Politikus Golkar ini menilai, dewan hanya akan menyoroti kelengkapan administrasi dan rekam jejak Hadi selama menjadi perwira TNI. Selain itu, kesiapan menjaga keamanan dalam Pemilihan Kepala Daerah 2018 dan Pemilihan Umum 2019 menjadi tantangan yang perlu diyakinkan.
"Kita yakini bahwa presiden sudah memikirkan matang-matang sekali calonnya (sebagai Panglima TNI," tuturnya.
Menurut Meutya, Hadi merupakan perwira TNI yang karirnya cukup melesat. Mengawali karier di Skuadron Udara 4 yang bermarkas di Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Hadi bertugas menjadi pilot pesawat angkut Cassa.
Pada tahun 1993, Hadi diangkat menjadi Kepala Seksi Latihan Skuadron Udara 4 Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh. Tiga tahun berselang, Hadi memimpin pesawat angkut berat sebagai Komandan Flight Ops "A" Flightlat Skuadron Udara 32 Wing Udara 2 Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh.
"Salah satu (Perwira TNI) yang tercepat juga dalam kenaikan-kenaikan pangkat," ucap Meutya.
Di tahun 1997, Hadi tercatat memimpin pendidikan penerbang sebagai Komandan Flight Skuadron Pendidikan 101 Pangkalan Udara Adi Soemarno. Satu tahun kemudian, Hadi menjadi Kepala Seksi Bingadiksis Dispers Lanud Adi Soemarno.
Selanjutnya, pada 1998 ia menjabat sebagai Komandan Batalyon III Menchandra Akademi TNI. Pada 1999 menjadi Instruktur Penerbangan Lanud Adi Sucipto.
Memasuki tahun 2000 ia dipercaya menjadi Kepala Seksi Keamanan dan Pertahanan Pangkalan Dinas Operasi Lanud Adi Sucipto. Tahun 2001, Hadi menjadi Komandan Satuan Udara Pertanian Komando Operasi Angkatan Udara I.
Tahun 2004, Hadi menjabat sebagai Kepala Departemen Operasi Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara. Berikutnya, dia menjabat sebagai Kepala Dinas Personel Lanud Abdulrachman Saleh tahun 2006 dan Kepala Sub Dinas Administrasi Prajurit Dinas Administrasi Persatuan Angkatan Udara tahun 2007.
Pada 2010, Hadi menduduki posisi sebagai Komandan Pangkalan Udara Adisumarmo. Selang setahun kemudian, dia menjabat tugas di luar TNI AU menjadi Perwira Bantuan I/Rencana Operasi TNI dan Sekretaris Militer Kementerian Sekretaris Negara.
Dua tahun setelah itu, Hadi berpangkat Kolonel dan dipercaya menjadi Direktur Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional. Dua tahun menjabat Kepala Dinas Penerangan TNI AU (2013-2015). Hadi kemudian menjabat sebagai Komandan Lanud Abdulrachman Saleh pada Juli 2015.
Hadi juga sempat ditugasi menjadi Sekretariat Militer Presiden Republik Indonesia Presiden Joko Widodo dan pangkatnya naik menjadi Marsekal Muda. Pada November 2016, Hadi dilantik menjadi Irjen Kementerian Pertahanan (2016-2017). (MTVN/OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved