Airlangga Wajib Mundur dari Kabinet jika Terpilih

Deo/Nur/P-1
04/12/2017 08:43
Airlangga Wajib Mundur dari Kabinet jika Terpilih
(ANTARA/Prasetia Fauzani/str)

AIRLANGGA Hartarto dipastikan harus mundur dari jabatannya sebagai menteri perindustrian jika terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar. Hal itu terkait ketegasan Presiden Joko Widodo yang sejak awal disampaikan kepada menteri-nya untuk tidak merangkap jabatan di partai politik.

"Tentu kemudian, seandai-nya Airlangga terpilih Ketua Umum Golkar, sudah secara otomatis dia harus mundur," ujar Kepala Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Dise-minasi Informasi Kantor Staf Kepresidenan Eko Sulistyo di Jakarta, kemarin.

Eko menepis kabar bahwa Airlangga telah mendapatkan restu Jokowi untuk merangkap jabatan sebagaimana disampaikan Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono, beberapa waktu lalu. "Enggak mungkin itu, Presiden sudah menyatakan bahwa para menterinya harus mundur dari kepengurusan partai politik."

Sebagai pembantu presiden, ujar Eko, Airlangga tentunya menjalin komunikasi dengan Presiden Jokowi. Namun, dia memastikan komunikasi itu bukan dalam konteks dukungan dalam proses pemilihan Ketua Umum Partai Golkar dalam musyawarah nasional luar biasa (munaslub) nanti.

"Kalau komunikasi ya wajar saja, tapi Presiden mengatakan tidak mendukung siapa pun dalam konteks kontestasi pilih-an pimpinan partai politik," kata Eko.

Persoalan kemungkinan rangkap jabatan menteri dan ketua umum partai oleh Airlangga sempat ditanggapi Presiden Joko Widodo. Meski begitu, Jokowi tidak secara tegas melarang karena proses pemilihan Ketua Umum Golkar saja belum rampung.

"Yang mau merangkap itu siapa? Ini urusan internal Partai Golkar saja belum rampung. Merangkap, merangkap," cetus Presiden seusai menghadiri peringatan hari ulang tahun ke-46 Korpri di Silang Monas, Jakarta, Rabu (29/12).

Pengamat politik dari Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya berpendapat Airlangga memang tidak semestinya tetap bertahan menjadi menteri bila terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar. Pasalnya, Airlangga harus fokus dalam membenahi internal partai. Pejabat menteri di Kabinet Kerja pun harus fokus menjalankan tugasnya.

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan Munaslub Partai Golkar sudah menjadi harapan publik terhadap partai itu. Momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk citra Golkar yang tengah terpuruk.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya