Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JALAN menuju Musyawarah Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar terhampar sudah.
Sebanyak 31 dari 34 DPD I Partai Golkar meneken dukungan guna menggelar perhelatan untuk memilih pengganti Setya Novanto sebagai ketua umum. Mereka juga menegaskan mendukung Menteri Perindustrian yang juga Koordinator Bidang Perekonomian DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk memimpin partai beringin.
Sejauh ini, selain Airlangga, figur lain yang disebut-sebut akan berlaga ialah Ketua DPP Partai Golkar Aziz Syamsudin dan Plt Ketua Umum Idrus Marham.
Meskipun beredar sejumlah nama bakal calon, siapa pun yang terpilih sebagai ketua umum akan tetap mendukung pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dan kembali mencalonkan Jokowi sebagai calon presiden pada Pemilu 2019.
Wakil Sekjen Golkar Tubagus Ace Hasan Sadzali mengatakan keputusan tersebut sesuai dengan Munaslub Bali dan Rapimnas 2016. "Tak bisa diubah," kata Ace saat dihubungi, kemarin.
Apalagi, kata dia, jika yang terpilih dalam munaslub ialah Airlangga karena selama ini putra tokoh Golkar era Orde Baru Hartarto Sastrosoenarto itu dikenal konsisten mendukung Jokowi dan sebagai pembantu presiden di kabinet pemerintahan saat ini.
Aziz Syamsudin mengakui di tubuh partainya banyak faksi. "Tapi untuk mendukung Jokowi, faksi-faksi sudah menyatu. Itu sudah jadi keputusan Munas Partai Golkar," kata Aziz di Jakarta, kemarin.
Sebelumnya 30 Ketua DPD I Golkar menghadap Presiden Jokowi agar mengizinkan Airlangga bersaing dalam pemilihan ketua umum partai tersebut. Di sisi lain, Wapres Jusuf Kalla jauh-jauh hari sudah memberikan dukungan kepada Airlangga untuk bertarung.
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan usulan Munaslub Golkar akan disampaikan pada Rabu (6/12).
"Hari Rabu akan menyampaikan usulan munaslub dari seluruh Indonesia, tidak hanya DPD I, tetapi juga DPD II seluruh Indonesia," kata Dedi dalam pelantikan Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar DIY di Kantor Gandung Pardiman Center (GPC), Yogyakarta, kemarin.
Ace memprediksi terpilihnya Airlangga berlangsung secara aklamasi. "Sebaiknya begitu supaya tetap terjaga soliditas dan kekompakan," tukas Ace.
Konsolidasi
Munaslub mendesak digelar agar Partai Golkar bisa segera melakukan konsolidasi untuk Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. "Usulannya, munaslub dilaksanakan pada 16 dan 17 Desember 2017," cetus Dedi Mulyadi.
Ia menegaskan Munaslub Partai Golkar tidak berelevansi dengan proses hukum yang sedang ditempuh Novanto. "Usulan munaslub merupakan proses politik sehingga tidak perlu menunggu proses hukum Novanto," kata Bupati Purwakarta itu.
Munaslub, kata dia, mendesak dilakukan karena adanya penurunan elektabilitas Partai Golkar pasca-penetapan Setya Novanto sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus megaproyek KTP elektronik.
Rapat Pleno DPP Golkar sebelumnya menyebutkan munaslub menunggu hasil sidang gugatan praperadilan Novanto.
Ketua Dewan Pertimbangan DPD I Partai Golkar DIY Gandung Pardiman mengatakan pihaknya ialah yang pertama mencetuskan nama Airlangga. "Ke depan Golkar harus ditangani orang-orang bersih. Jadi pemimpin harus menjadi penyangga beban partai, bukan membebani partai," kata Gandung.(AT/X-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved