Kosgoro Deklarasi Dukung Airlangga Jadi Ketua Umum Golkar

Astri Novaria
02/12/2017 20:28
Kosgoro Deklarasi Dukung Airlangga Jadi Ketua Umum Golkar
(ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

DUKUNGAN untuk Airlangga Hartarto sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) semakin kuat lantaran juga didukung oleh Kosgoro 1957. Kosgoro 1957 juga mengusulkan agar munaslub diselenggarakan pada dua pekan mendatang, yakni 15-20 Desember 2017 mendatang di Purwakarta, Jawa Barat.

"Baru saja kami menyelenggarakan Rapat Pleno Pimpinan Pusat Kolektif Kosgoro 1957. Kami telah sepakat calon ketua umum yang akan diusung dan dibawa dalam sidang Munaslub adalah Bapak Airlangga Hartarto. Beliau adalah Wakil Ketua Umum PPK Kosgoro," ujar Ketua Umum Kosgoro 1957, Agung Laksono, di Kantor PPK Kosgoro 1957, Jakarta, Sabtu (2/12).

Agung mengungkapkan, calon Ketua Umum Partai Golkar ke depan diharapkan dapat meningkatkan elektabilitas Partai Golkar dan mengembalikan marwah Partai Golkar sebagai partai terbuka, mengusung kebangsaan, menjunjung tinggi NKRI serta mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara.

"Kami harap kontribusi Partai Golkar akan semakin nyata dengan terpilihnya kepengurusan yang baru," ungkapnya.

Dia mengatakan, 31 dari 34 DPD I Golkar juga telah mengajukan dan mengusulkan penyelenggaraan munaslub sebagai upaya untuk menyelamatkan partai dan memulai babak baru yang lebih baik.

Pihaknya berharap aspirasi usulan daerah tersebut direspons oleh DPP Partai Golkar. Adapun, berdasarkan ketentuan AD/ART, Munaslub Golkar dapat diselenggarakan apabila mendapat dukungan minimum 2/3 jumlah DPD I se-Indonesia.

"Terhadap usulan dari daerah tersebut harus di respons dengan positif. Kami selaku pendiri Partai Golkar mendesak DPP Partai Golkar untuk melaksanakan hal-hal yang telah diusulkan daerah untuk melaksanakan Munaslub. Karena sudah lebih dari 2/3 (DPD I) sebagaimana tertuang dalam AD/ART Partai Golkar, 2/3-nya yaitu 22,6 atau katakanlah 23 (DPD I). Saya tidak tahu alasan 3 DPD lain yang menolak, tapi saya kira dalam waktu dekat mereka akan masuk (mendukung)," paparnya.

Pihaknya berharap munaslub bisa digelar pada Desember ini dan waktu yang ideal ialah 15 hingga 20 Desember 2017 mendatang. Dengan begitu, akhir tahun ini seluruh persoalan internal Golkar bisa selesai. Sehingga memasuki tahun baru, Golkar sudah fokus mengadapi tugas kepartaian seusai agenda nasional, yaitu Pilkada serentak 2018 dan Pemilihan Umum 2019.

Agung juga mengungkapkan, alasan Kosgoro 1957 memilih Airlangga, karena Menteri Perindustrian tersebut sudah dua kali mencalonkan diri sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar. Menurutnya, Airlangga sudah teruji dari segala persyaratan yang ada dan ia menilai kali ini merupakan waktu yang terbaik untuknya maju kembali.

"Di mana masalah yang selama ini menjadi problem internal kita beliau mampu menyelesaikannya. Kita tahu, beliau juga tidak terlibat masalah hukum. Beliau juga bisa menjadi figur utama di partai sebagai pembawa slogan anti korupsi, slogan reformasi dan upaya kesejahteraan masyarakat. Apalagi beliau menteri artinya sudah diamini Presiden. Kalau Pak Presiden mengizinkan ini kan keputusan yang baik dimana sebuah pohon berpucuk ke atas juga berakar ke bawah," pungkasnya.

Kosgoro pun menyerahkan surat dukungan pencalonan pada Airlangga untuk maju sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Setya Novanto. Selain Kosgoro, dua organisasi pendiri Golkar lainya, MKGR dan SOKSI juga mendukung pencalonan Airlangga.

Bakal calon Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, berharap Kosgoro ikut bersama memperbaiki kondisi internal Golkar. Apalagi, Golkar bersiap menghadapi agenda penting Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 sehingga harus ada perbaikan setelah Ketua Umum Golkar Setya Novanto ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Ini adalah mandat luar biasa dan insyaallah saya siap menjalankan mandat itu. Saya minta Kosgoro bertugas mengamankan pelaksanaan munaslub. Surat dukungan ini akan disampaikan kepada Munas. DPP perlu lakukan rapat pleno untuk jadwal berikutnya. Sekarang ini kan belum ada pendaftaran bakal calon ketum," paparnya.

Ia juga mengaku sudah mulai mendekati DPD II sebagai pemilik suara di daerah. Airlangga juga menuturkan telah mengantongi izin dari Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang sekaligus mantan Ketua Umum Partai Golkar. Airlangga menambahkan pihaknya sudah mendapatkan dukungan organisasi sayap Partai Golkar, seperti dari MDI dan menyusul dengan Satkar Ulama dan AWK.

"Komunikasi dengan DPD II sudah dimulai. Saya sudah izin mengikuti munaslub karena menjadi bakal calon ketua umum, karena saya sebagai pembantu beliau (Presiden Jokowi) ya tentu harus minta izin. Sudah diberikan izin, beliau berpesan agar sesuai dengan prosedur yang ada dan tatanan internal Partai Golkar yaitu AD/ART Partai Golkar," ungkapnya.

Secara terpisah, Wakil Ketua Umum Kosgoro 1957, Zainuddin Amali, mengatakan, sebagai pihak yang memiliki hak suara DPD II tidak dalam berada dalam posisi pilihan menerima atau menolak adanya munaslub.

Ia mengatakan, DPD II tinggal memilih siapa calon Ketua Umum Partai Golkar yang dikehendakinya. Desakan munaslub akan dilakukan sesuai aturan yang berlaku di partai. Amali mengaku belum mengetahui rencana rapat pleno bisa digelar untuk membahas usulan mayoritas DPD I Partai Golkar yang menghendaki munaslub. Yang pasti, kata dia, Kosgoro mengusulkan munaslub digelar pertengahan Desember ini.

"Kalau hasil pleno tadi, Kosgoro mengusulkan munaslub antara 15 hingga 20 Desember dengan agenda tunggal pemilihan Ketua Umum," ujar Amali. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya