Reuni Akbar Dinilai hanya Alat Kepentingan Elite 212

Micom
01/12/2017 21:58
Reuni Akbar Dinilai hanya Alat Kepentingan Elite 212
(MI/ROMMY PUJIANTO)

KETUA Setara Institute Hendardi menilai gerakan 212 (2 Desember) yang akan mengadakan acara reuni akbar, di Silang Monas, Jakarta, Sabtu (2/12) besok merupakan gerakan politik.

Ia menilai aksi 212 secara gamblang menggambarkan bagaimana sejumlah elite Islam terlibat di dalamnya.

"Perayaan 1 tahun aksi 212 telah menggambarkan secara nyata bahwa aksi yang digagas oleh sejumlah elite Islam politik pada 2016 lalu adalah gerakan politik," kata Hendardi melalui keterangan tertulis, Jumat (1/12).

Dia menambahkan, sebagai sebuah gerakan politik, kontinuitas gerakan tersebut akan menjadi arena politik baru yang akan terus dibangkitkan sejalan dengan agenda-agenda politik formal kenegaraan.

Selain itu, menurut Hendardi, acara reuni 212 merupakan bentuk bagaimana para elite Islam ingin menguasai ruang publik guna menaikkan daya tawar.

"Menguasai ruang publik merupakan target para elite 212 untuk terus menaikkan daya tawar politik dengan para pemburu kekuasaan atau dengan kelompok politik yang sedang memerintah," katanya.

Hendardi amat menyesalkan acara reuni 212 menggunakan pranata dan instrumen agama Islam, yang mana banyak tokoh Islam mainstream justru dianggap memperburuk kualitas keagamaan di Indonesia.

"Apa pun alasannya, populisme agama sesungguhnya menghilangkan rasionalitas umat dalam beragama. Juga menghilangkan rasionalitas warga dalam menjalankan hak politiknya," jelasnya.

Hendardi pun melihat bahwa gerakan politik ini akan kehilangan dukungan ketika warga menjauhi politisasi agama.

Gerakan ini, lanjutnya, juga akan makin melemah ketika masyarakat sadar hal ini membahayakan kebinekaan yang ada di Indonesia.

"Warga juga telah menyadari bahwa gerakan semacam ini membahayakan kohesi sosial bangsa yang majemuk. Jadi, kecuali untuk kepentingan elite 212, gerakan ini sebenarnya tidak relevan menjawab tantangan kebangsaan dan kenegaraan kita," katanya. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya