Lawan Radikalisme di Media Sosial dengan Propaganda Positif

Thomas Harming Suwarta
29/11/2017 19:53
Lawan Radikalisme di Media Sosial dengan Propaganda Positif
(Ilustrasi)

PENEGAKAN hukum dan langkah propaganda positif wajib dilakukan secara intensif dalam rangka menangkal radikalisme yang berkembang di media-media sosial.

“Karena radikalisme itu berkembang dengan cara propaganda, maka cara menangkalnya juga ya harus dengan propaganda yaitu propaganda hal-hal positif. Kalau di sana menyebar hoax kita harus mengimbanginya dengan hal yang benarnya seperti apa. Kalau tidak, kita akan kalah oleh propaganda kelompok-kelompok itu,” tegas Rektor Perbanas Institute Marsudi Wahyu Kisworo dalam seminar bertajuk 'Radikalisme di Media Sosial' yang diselenggarakan dalam rangka pengukuhan Forum Ilmuwan Informatika dan Komputer Indonesia (FIIKRI) di Kampus BSI Kalimalang, Jakarta, Rabu (29/11).

Selain mendorong masyarakat untuk menyebar hal-hal positif dalam bermedia sosial, Marsudi juga mendorong pemerintah dan masyarakat untuk mengubah perilaku sosial di dunia maya.

“Karena pada intinya teknologi itu kan hanya alat saja, yang peruntukannya mau positif atau negatif tergantung manusianya. Jadi yang saya tekankan di sini adalah kita harus mengubah perilaku sosial dalam bermedia sosial,” jelas Marsudi.

Perilaku sosial, maksud Marsudi, ialah perilaku yang mengindahkan etika dalam memanfaatkan media sosial seperti tidak menyudutkan orang lain, tidak mengadu domba, tidak mengompori, termasuk tidak menulis apa pun dalam keadaan marah.

“Dengan kata lain etika kita di dunia nyata itu juga yang harus diterapkan dalam dunia maya. Tidak boleh bermuka dua. Di dunia nyata kita sangat sopan tetapi di dunia maya malah sangat garang. Nah ini yang banyak terjadi,” bebernya.

Pada kesempatan ini juga dilakukan peluncuran Forum Ilmuwan Informatika dan Komputer Indonesia (FIIKRI). Ketua STMIK Nusa Mandiri Mochamad Wahyudi mengatakan, pembentukan FIIKRI dimaksudkan untuk memberikan wadah diskusi bagi para ilmuwan Indonesia di bidang informatika dan komputer.

“FIIKRI ini sebagai wadah bagi para ilmuwan pada bidang informatika dan komputer yang kedudukannya dapat seimbang dengan organisasi lainnya. Bahkan ke depannya FIIKRI dapat bekerja sama dengan dunia industri. Rencana jangka panjangnya dapat membentuk lembaga sertifikasi profesi serta lembaga akreditasi mandiri di bawah naungan FIIKRI,” ujar Wahyudi.

Wahyudi menambahkan, dengan terbentuknya FIIKRI ini harapan ke depannya memiliki kedudukan yang penting bagi pemerintahan. Seperti, ilmuwan yang tergabung pada FIIKRI ini dapat memberikan saran kepada pemerintah, dunia industri maupun perguruan tinggi terhadap isu-isu teknologi informasi yang sedang hangat dibicarakan.

“Semoga ke depannya kedudukan FIIKRI ini dapat berkembang dan eksis, serta dapat bersanding dengan organisasi lainnya yang telah ada. Sehingga, FIIKRI dapat memberikan sumbangsihnya kepada negeri,” harap Wahyudi. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya