Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TERSANGKA kasus suap di lingkup Kota Tegal, yakni Wali Kota nonaktif Tegal Siti Masitha Soeparno alias Bunda Sitha, mengungkapkan harapannya agar berkas berita a cara pemeriksaan (BAP) dirinya dapat segera diselesaikan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Hal itu dia sampaikan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Jakarta, Selasa (28/11). Siti menjadi pesakitan KPK terkait dengan kasus pengelolaan dana jasa kesehatan di RSUD Kardinah dan pengadaan barang jasa di lingku ngan Pemerintah Kota Tegal tahun anggaran 2017. Saat itu ia tertangkap tangan oleh penyidik KPK melalui operasi tangkap tangan pada 29 Agustus lalu. Saat ditanya pewarta, ia mengaku dirinya masih menjalani pemeriksaan saja oleh penyidik. Materi pemeriksaannya kemarin, menurutnya, masih sekitar materi BAP.
"Masih pemeriksaan saja, pemeriksaannya masih sekitar BAP," terang Siti. Saat ditanya apakah berkas pemeriksaan dirinya sudah lengkap dan dilimpahkan ke kejaksaan, ia menjawab hingga saat ini masih belum lengkap. Namun, ia berharap berkasnya dapat selesai dalam waktu dekat. "Belum (berstatus P-21), mudah-mudahan besok terakhir," ujar dirinya singkat saat memasuki mobil tahanan. Wali Kota nonaktif Tegal tersebut ditangkap beserta orang dekatnya, Amir Mirza Hutagalung, yang juga merupakan mantan Ketua DPC Partai NasDem Kabupaten Brebes.
Amir seharusnya menjadi pasangan Siti Masitha dalam perhelatan Pilkada Kota Tegal 2018 mendatang. Dalam kasus ini, Siti dan Amir diduga menerima suap Rp5,1 miliar. Uang yang dikumpulkan Bunda Sitha itu diduga untuk kepentingan dirinya maju kembali sebagai kepala daerah di Tegal. KPK telah menetapkan tiga tersangka bersama Direktur RSUD Kardinah Cahyo Supardi, pemberi suap.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved