Pejabat Jambi Terjaring OTT Suap APBD

Dero Iqbal Mahendra
29/11/2017 09:54
Pejabat Jambi Terjaring OTT Suap APBD
(MI/Susanto)

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menjaring sejumlah anggota DPRD dan pejabat Pemprov Jambi, serta pihak swasta dalam operasi tangkap tangan, kemarin. Mereka diduga terlibat suap dalam proses pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018 Provinsi Jambi.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan OTT tersebut digelar di Jambi dan Jakarta. KPK menangkap 10 orang, 3 di Jakarta dan 7 orang di Jambi. "Unsurnya ada dari penyelenggara di daerah dalam hal ini DPRD setempat, pejabat dan pegawai di pemprov termasuk pihak swasta," ungkap Febri, ketika dimintai konfi rmasi awak media, di Jakarta, kemarin.

Dalam operasi tersebut, KPK menyita sejumlah uang. Namun, menurut Febri, KPK belum bisa memastikan jumlahnya karena masih dalam proses penghitungan. "Sejauh ini kami mendapatkan informasi sejumlah uang yang sudah kami amankan lebih dari Rp1 miliar," terang Febri. Uang tersebut diduga akan digunakan dalam praktik pemberian dan penerimaan penyelenggara setempat terkait pembahasan APBD 2018 Provinsi Jambi. Febri menjelaskan KPK memiliki waktu 1 x 24 jam ke depan untuk menentukan status para pihak yang terjaring dalam operasi tangkap tangan kali ini.

Febri mengatakan suap itu melibatkan pihak swasta di Jakarta maupun di Jambi. Meski begitu, KPK belum bisa menjelaskan bagian mana dari proses APBD tersebut yang akan dipengaruhi dengan pemberian sejumlah uang tersebut. Tiga orang yang ditangkap di Jakarta ditempatkan di Gedung KPK, Jakarta, untuk dilakukan proses pemeriksaan lebih lanjut hingga hari ini. Pihak-pihak yang ditangkap di Jambi masih menjalani pemeriksaan klarifi kasi awal di Polda Jambi.

Digiring ke Kantor Polda

Informasi yang diterima Media Indonesia menyebutkan KPK menangkap Asisten III Setda Provinsi Jambi berinisial SP bersama beberapa anggota DPRD Jambi berinisial SU, WI, dan seorang pengusaha / aktivis muda berinisial GW. Satu lagi berinisial NU belum diketahui latar belakangnya.

Wakil Ketua Bidang Penindakan KPK Laode M Syarif membenarkan bahwa ada tim KPK di lapangan yang melakukan operasi tangkap tangan di wilayah Provinsi Jambi. Meski demikian, ia mengaku belum bisa menjelaskan secara detail kegiatan penindakan tersebut, termasuk identitas pihakpihak yang ditangkap. Sebelumnya, Ketua DPRD Provinsi Jambi Cornelis Buston membenarkan adanya penangkapan anggota DPRD Provinsi Jambi berdasarkan informasi dari Kapolda.

"Saya dapat informasi dari Kapolda ada OTT anggota dewan, cuma siapa orangnya saya belum mendapat informasi," kata Cornelis.

Di Kantor Polda Jambi, beberapa petugas KPK terlihat menggiring Saipuddin yang menjabat Asisten III Pemprov Jambi memasuki ruang penyidik di Kantor Polda Jambi. Saipuddin mengenakan kaus berkerah dan celana dinas pegawai negeri sipil.

Petugas KPK tampak ada yang membawa kantong plastik hitam. Beberapa saat kemudian, polisi terlihat membawa alat penghitung uang memasuki ruang penyidik. Beberapa anggota DPRD Provinsi Jambi yang ditangkap dikabarkan sudah terlebih dahulu berada di ruang penyidik Kantor Polda Jambi. (Ant/P-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya