Cari Solusi Terbaik Lewat Tabayun

Dro/MTVN/P-4
28/11/2017 11:49
Cari Solusi Terbaik Lewat Tabayun
(PASUKAN TNI DI PEDALAMAN AFRIKA -- PUSPEN TNI)

MASYARAKAT muslim Indonesia dinilai mampu bersikap bijak dalam menyikapi segala persoalan.

Mereka tidak akan bertindak berlebihan terhadap sesuatu hal yang dianggap tak sesuai dengan keinginan.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Ikhwanul Muballighin Mujib Khudori menyikapi pidato politikus NasDem Victor Laiskodat.

Mujib optimistis penganut agama Islam tidak gampang tersulut.

"Kita ini jangan terlalu res-ponsif. Seandainya benar (pidato Victor) kita harus tahu cara menyikapinya," kata Mujib di kawasan Kuningan, Jakarta, kemarin.

Menurut Mujib, sudah ada contoh, yakni Nabi Muhammad SAW yang paham bagaimana bersikap. Ketika diancam sekalipun, beliau tidak membalas dengan mengibarkan bendera perang.

Nabi Muhammad lebih mengutamakan berdoa kepada Allah SWT.

Mujib menilai teladan itu masih relevan dengan kondisi saat ini.

Lebih lanjut ia me-respons pernyataan Victor soal paham khilafah yang sepenuhnya pendapat pribadi.

Khilafah juga dinilai tak relevan dengan kondisi di Indonesia.

Solusinya semua pihak di-minta duduk bersama mencari solusi terbaik terkait persoalan ini.

"Harusnya memang tabayun, duduk bersama mencari solusi. Jangan kedepankan permusuhan, apa pun yang terjadi kita duduk bareng," kata Mujib.

Terlebih, menurutnya, Victor juga telah meminta maaf atas ucapan yang dinilai sebagian pihak tak pantas.

"Kalau ada kesalahan, dengan besar hati dimaafkan. Apalagi orang yang bersangkutan sudah minta maaf. Masak kalau sudah minta maaf harus dicecar," kata dia.

Seperti diketahui, Viktor Laiskodat diduga menyinggung dukungan parpol tertentu terhadap aksi penolakan Peraturan Pemerintah Pengganti UU (Perppu) Ormas yang dilakukan sejumlah ormas.

Akibat pernyataan tersebut, Viktor dilaporkan ke polisi.

Wakil Sekjen Bidang Hukum dan HAM DPP PAN Surya Wahyudi melaporkan Victor atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik melalui elektronik atau penghinaan dan kejahatan tentang penghapusan ras dan etnik.

Menurut dia, materi pidato yang disampaikan Viktor saat acara deklarasi calon Bupati Tarus, Kabupaten Kupang pada 1 Agustus 2017, berpotensi memicu konflik politik dan konflik di masyarakat.

Selain itu, dalam pidatonya, Vicktor dinilai telah menodai agama serta mencemarkan nama baik sejumlah partai politik.

Namun, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan telah mengeluarkan sikap terkait dugaan ujaran kebencian yang dilakukan Victor.

Ia berharap hal tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

"Saya harap masalah seperti ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Makanya hati-hati kalau mengomentari Islam," ujar Zulkifli saat menghadiri seminar Mosi Integral M Natsir di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jawa Barat, 5 Agustus silam.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya