Budaya Daerah Wujud Nasionalisme Kekinian

Richaldo Y Hariandja
28/11/2017 10:29
Budaya Daerah Wujud Nasionalisme Kekinian
(MI/M IRFAN)

KETUA MPR Zulkifli Hasan mengaku bangga terhadap budaya dan bahasa daerah.

Hal itu menjadi wujud nasionalisme kekinian yang harus dipahamai generasi muda.

"Nasionalisme zaman ini adalah kuat rasa cinta terhadap daerah dan budaya asal," kata Zulkifli dalam sosialisasi empat pilar kenegaraan di Universitas Palangka Raya, Kalteng, kemarin.

Ia mengatakan generasi muda harus bangga dengan budaya asal dan mengerti bahasa daerah masing-masing di tengah pengaruh global yang kian kuat.

Selain itu, mahasiswa harus mengerti sejarah bangsa Indonesia.

Republik ini merdeka bukan karena pemberian penjajah, melainkan perjuangan dengan nyawa dan air mata para pahlawan.

"Pemuda juga harus memiliki ilmu sehingga memunculkan produktivitas dan kreativitas untuk menghadapi daya saing," ujarnya.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu mengatakan mahasiswa merupakan masa depan Indonesia.

Tidak ada kejadian penting dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia tanpa peran pemuda dan mahasiswa.

Oleh karena itu, mahasiswa berkewajiban untuk mengukuhkan empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Bagaimana mahasiswa memahami secara sungguh-sungguh nilai-nilai luhur keindonesiaan karena mereka adalah agen perubahan," katanya.

Zulkifli juga menyebutkan salah satu hal yang bisa membuat Indonesia maju ialah sikap saling percaya antarmasyarakat karena setiap warga Indonesia pada hakikatnya senasib dan sepenanggungan.

Menurut dia, para pendiri bangsa sudah menegaskan bahwa masyarakat Indonesia harus bergotong royong dan jangan ada sikap dan tindakan yang saling menyakiti. "Semangat itu tidak cukup hanya diucapkan."

Kehilangan integritas

Pada kesempatan terpisah, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nasir mengatakan saat ini di masyarakat Indonesia, termasuk elite bangsa, banyak yang kehilangan integritas dan produktivitas.

"Saat ini kita sering berta-nya tentang kondisi bangsa, karena sebagian warga dan elite kadang kehilangan integritas dan produktivitas yang membuat lunturnya akhlak," ujarnya saat membuka Tanwir Ke-2 Pemuda Muhammadiyah di Palangka Raya, kemarin.

Menurutnya, keadaan tersebut harus segera dicarikan solusinya karena sangat berbahaya bagi keberlangsungan berbangsa dan bernegara.

Hilangnya integritas dan produktivitas itu tecermin pada semakin maraknya pelanggaran hukum, berupa kejahatan dan korupsi di negara ini.

"Semakin hilangnya integritas akan membuat seseorang mudah digoda oleh gemerlap dunia, harta, dan kekuasaan. Muaranya semakin banyak terjadi kasus kejahatan termasuk korupsi sehingga muncul banyak ketimpangan di masyarakat," katanya.

Dia pun menilai tanwir kali ini, yang bertema Integritas dan produktivitas kaum muda untuk keadilan sosial, sesuai dengan kondisi bangsa saat ini.

"Muhammadiyah memiliki pemuda Muhammadiyah yang sebarannya sampai pelosok-pelosok dan komunitas. Jadi pemuda Muhammadiyah merupakan kekuatan nasional dalam melaksanakan gerakan membangun integritas dan produktivitas demi persatuan dan kesatuan bangsa," tegasnya.(Ant/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya