PDIP Siapkan Kader Isi Posisi Mensos

Ilham Wibowo
27/11/2017 15:48
PDIP Siapkan Kader Isi Posisi Mensos
(ANTARA FOTO/Reno Esnir)

KETUA DPP PDIP Andreas Hugo Pareira mengatakan, pihaknya tak kekurangan kader internal yang pantas diposisikan sebagai menteri. PDIP siap menyambut mandat Presiden Joko Widodo bila Kofifah Indar Parawansa dilepas sebagai Menteri Sosial.

"PDIP punya kader yang cukup dan siap menjalankan tugas apabila ditugaskan presiden (menjadi Menteri Sosial)," kata Andreas di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Senin 27 November 2017.

Pilihan tokoh yang akan mengisi pos Kementerian sepenuhnya merupakan hak prerogratif Presiden Jokowi. Menurut Andreas, sosok pengganti Khofifah mesti memiliki kemampuan yang sama baik untuk menjadi bahan pertimbangan.

"Kita berharap Mensos itu adalah orang yang punya human dan sosial yang kuat dan juga perlu mempunyai mobilitas yang tinggi. Saya kira selama ini bu Khofifah sudah jalankan tugas yang baik," ujarnya.

Khofifah dinilai mesti fokus dengan keputusannya yang memilih berlaga sebagai Calon Gubernur Jatim berpasangan dengan Bupati Trenggalek Emil Dardak. Posisi Khofifah sebagai menteri pun mesti ditanggalkan agar tak terjadi konflik kepentingan.

"Dengan dmikian tidak mngganggu konsentrasi beliau sebagai Cagub dan Mensos, yah kalau terjadi over penugasan itu yah bisa terjadi penyalahgunaan wewenang dan lain lain yang bisa merugikan negara," paparnya.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa berencana mengirimkan surat pemberitahuan tertulis kepada Presiden Joko Widodo tentang lengkapnya dukungan partai politik untuk maju di Pilkada Jawa Timur 2018. Niatan terebut akan dilakukan pada hari ini, Senin 27 November 2017 melalui kantor Sekretaris Negara.

"Insya Allah di dalam surat itu, kami menyampaikan informasi. Artinya, saya sudah dapat (surat) rekom(endasi) dari Partai Demokrat dan Partai Golkar," kata Khofifah dikutip dari kantor berita Antara, Minggu 26 November 2017.

Khofifah mengaku surat terebut bukan surat pengunduran diri sebagai Menteri Sosial. Khofifah hanya akan mmemberikan informasi kepada Presiden Jokowi yang sebelumnya dilakukan secara lisan.

Saat ini, sudah dua partai politik yakni Demokrat dan Partai Golkar yang telah menerbitkan surat rekomendasi resmi bagi Khofifah-Dardak sebagai pasangan calon gubernur dan wakilnya. Selain itu, ada tiga partai lain yakni PPP, Partai Nasdem dan Hanura yang telah juga memberikan dukungan.

Total dukungan kursi di DPRD Jatim bagi Khofifah sudah mencapai 35 kursi. Sementara, syarat minimal dukungan partai di parlemen agar bisa maju sebagai kandidat Gubernur adalah 20 kursi dari 100 kursi di DPRD Jatim.

"Ini artinya, kalau dihitung sudah cukup untuk mencalonkan sebagai Cagub di Pilgub Jawa Timur tahun depan. Selanjutnya mohon arahaan (Presiden)," ujar Khofifah. (MTVN/OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya