Generasi Muda Ingin Jokowi Berduet dengan Cak Imin

R/AU/P-5
27/11/2017 06:34
Generasi Muda Ingin Jokowi Berduet dengan Cak Imin
(MI/Ferdinand)

ANAK-ANAK muda yang tergabung dalam relawan Kocak meminta Presiden Joko Widodo berpasangan dengan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, pada Pemilu Presiden 2019 mendatang.

Kocak yang merupakan akronim Joko Widodo dan Cak Imin (Muhaimin iskandar) mendeklarasikan dukungan tersebut di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (26/11).

"Dari sisi usia, Cak Imin lebih muda sehingga diharapkan lebih energik dan inovatif," kata pengurus Kocak, Melinda.

Selain faktor usia, Muhaimin juga termasuk generasi muda Nahdlatul Ulama.

Ia dinilai sosok yang mewakili Islam moderat, sedangkan Jokowi merupakan representasi dari kekuatan nasionalis.

Koordinator Kocak, Priyo Wasono, menyatakan nasionalis dan agama saat ini menjadi dua arus besar mainstream dalam peta politik nasional.

Oleh sebab itu, memasangkan Jokowi sebagai calon Presiden 2019 dengan segala prestasinya dalam periode pertama dengan Muhaimin Iskandar sebagai pasangan capres-cawapres dinilainya merupakan langkah tepat.

"Tepat, ideal, dan menjadi kebutuhan rakyat untuk membangun Indonesia yang toleran berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta Islam sebagai rahmatan lil alamin," kata Priyo.

Ia menambahkan saat ini jejaring Kocak sudah terbentuk di lima kecamatan.

Ke depan akan didorong agar bisa merata di 51 kelurahan.

Dengan dukungan media sosial, Priyo optimistis dalam waktu yang tidak terlalu lama akan semakin banyak kaum muda yang bisa direkrut.

Sebelumnya, dukungan untuk Cak Imin agar maju sebagai cawapres pasangan Jokowi juga diserukan anak-anak muda dari Yogyakarta dan Sulawesi Selatan.

Mereka yakin pasangan Jokowi-Cak Imin bisa membuat Indonesia kian maju.

"Kami penuh tekad menyatakan dukungan kepada Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai cawapres pada Pemilu 2019. Kami menyakini bahwa Cak Imin ialah pemimpin zaman now yang kami butuhkan," kata Koordinator Paras Jogja Aslikh Rina di Yogyakarta, kemarin.

Pada deklarasi tersebut, Aslikh mengatakan bahwa pergeseran aktivitas ekonomi dari konvensional menjadi digitalisasi telah merangsang komunitas hijaber untuk bergerak kreatif, membekali dengan skill, dan inisiasi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya