Butuh Aksi Nyata untuk Cegah Ujaran Kebencian

Nur Aivanni
25/11/2017 18:50
Butuh Aksi Nyata untuk Cegah Ujaran Kebencian
(Ilustrasi)

PENELITI LIPI Siti Zuhro mengakui bahwa ujaran kebencian akan muncul setiap kali memasuki pilkada ataupun pemilu. Oleh karena itu, perlu melakukan antisipasi dan membangun prakondisi agar ujaran kebencian tidak merebak di masyarakat.

"Bukan hanya imbauan jangan melakukan ujaran kebencian saja, tapi lebih konkrit lagi para elite, aktor, pemimpin di semua jenjang pemerintahan, tokoh masyarakat, tunjukkan melalui tutur kata dan perilakunya," terangnya di Jakarta, Sabtu (25/11).

Sebelumnya diberitakan, dalam Munas Alim Ulama 2017 di Pondok Pesantren Darul Falah, Mataram, NTB menyepakati bahwa ujaran kebencian termasuk perbuatan tercela, sehingga haram untuk kepentingan apapun termasuk dakwah.

Untuk mencegah ujaran kebencian merebak, lanjut Siti, tidak cukup hanya melalui imbauan ataupun fatwa yang melarang untuk melakukan hal tersebut. Menurutnya, butuh aksi konkret dari para elite, pemimpin ataupun tokoh masyarakat agar bertutur kata yang baik dan tidak menimbulkan kebencian kepada orang lain atau kelompok tertentu.

"Negara ini sedang butuh panutan, role model, kepemimpinan. Tidak hanya pemimpin yang secara formal di lingkup pemerintahan, tapi juga informal seperti tokoh adat, tokoh agama, atau tokoh masyarakat," paparnya. Mereka harus memberikan edukasi politik yang baik kepada masyarakat.

Secara terpisah, pengamat politik dari Universitas Paramadina Toto Sugiarto mengatakan, semua pihak berperan untuk mencegah ujaran kebencian merebak pada saat momen pilkada ataupun pemilu. "Semua pihak punya peran bahwa politik itu tidak dilakukan dengan segala cara. Politik harus dilakukan dengan santun," katanya.

Pertama, sambungnya, partai politik harus mengingatkan kepada pasangan calon yang diusungnya dan tim sukses untuk tidak menggunakan ujaran kebencian. Kedua, penyelenggara pemilu baik KPU maupun Bawaslu harus membuat regulasi terkait sanksi bagi penyebar ujaran kebencian.

Ketiga, tokoh masyarakat juga mempunyai tanggung jawab untuk menjelaskan kepada masyarakat untuk berpolitik yang benar. "Terakhir, masyarakat juga harus bisa mengerem diri kalau ada ujaran kebencian, mereka tidak ikut menyebarkannya," tandasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya