Partai Pendukung Sambut Baik Khofifah-Emil

Astri Novaria
22/11/2017 20:59
Partai Pendukung Sambut Baik Khofifah-Emil
(ANTARA FOTO/Reno Esnir)

SEJUMLAH partai pendukung Khofifah Indar Parawansa menuju Pilkada Jawa Timur 2018, tidak mempermasalahkan penunjukkan Emil Elesttianto Dardak sebagai pendampingnya.

Partai Demokrat menjadi pihak pertama yang memberikan dukungan resmi kepada Khofifah-Emil, yang kemudian diikuti Golkar.

Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate menuturkan, pihaknya tak mempersoalkan Khofifah dipasangkan dengan Emil untuk Pilgub Jatim 2018. NasDem menyerahkan sepenuhnya kepada Khofifah untuk memilih calon wakil gubernurnya.

"Kalau dari Partai NasDem, kami mendukung Ibu Khofifah sebagai calon gubernur Jawa Timur, dan menyerahkan kepada beliau untuk memilih calon wakil gubernurnya. Bagi kami, yang penting bahwa pilihan ini mampu untuk memberikan efek elektoral, meningkatkan elektabilitas Bu Khififah, sehingga bisa memenangkan kontestasi Pilgub Jatim," ujarnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (22/11).

Senada dengan NasDem, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga menyambut baik Khofifah-Emil. Menurut Wasekjen PPP Achmad Baidowi, Khofifah-Emil merupakan pasangan yang saling melengkapi. Ia menilai Emil bagus dipasangkan dengan Khofifah karena merupakan perwakilan dari wilayah Mataraman dan anak muda.

"Karena Khofifah mewakili Tapalkuda, Emil untuk Mataraman. Khofifah santri, Emil nasionalis. Pasangan ini menurut saya saling melengkapi yakni pasangan nasionalis-religius dan kombinasi senior-junior," ujarnya.

Baidowi menambahkan, PPP dalam waktu dekat akan menyampaikan sikap resmi untuk mendukung keduanya sebagai calon gubernur dan wakil gubernur untuk Pilgub Jatim 2018.

"Saat ini kami sedang melakukan pendekatan kepada simpul-simpul PPP seperti ulama dan tokoh masyarakat untuk menyerap aspirasi. Alhamdulilah respons terhadap Khofifah cukup bagus," pungkasnya.

Ketua DPPP Hanura Nurdin Tampubolon juga menyatakan hal yang sama. Pihaknya tidak keberatan dengan keputusan Khofifah yang akhirnya memilih Emil. Menurutnya, Khofifah adalah orang yang paling tahu siapa yang bisa diajak bekerja sama untuk membangun Jawa Timur.

"Kita tidak mau intervensi terhadap siapa yang mau dibawa oleh calon gubernurnya terhadap wakil, silakan saja. Ibu khofifah dan Emil menurut saya itu yang paling pas. Karena dia yang tahu bagaimana tugas tugas daripada wakil itu, dan bagaimana mereka nanti bersinergi di dalam memimpin Jawa Timur," tandas Nurdin.

Untuk deklarasi dukungan terhadap Khofifah-Emil, Nurdin mengatakan akan lebih dulu merapatkan di internal Hanura untuk menentukan waktunya.

"Sampai saat ini begitu, kita dukung. Nanti akan dirapatkan dulu, kapan kita mau ke sana dan deklarasinya kapan. Mungkin kan itu bukan hanya Hanura, itu kan biasanya sekaligus dengan partai-partai yang lain nanti deklarasinya," tutur Nurdin.

Pada kesempatan berbeda, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pariera mengaku hingga saat ini partainya tetap solid untuk mendukung Gus Ipul dan Azwar Anas. Ia juga merasa tidak terancam dengan kehadiran pasangan Khofifah dan Emil Dardak di Pilgub Jatim.

Andreas sempat menegaskan, setiap kader harus menghormati dan juga menjalankan setiap putusan partai. Jika melanggar akan ada konsekuensi yang harus dijalani. Terkait Emil yang maju Pilgub Jatim dan tidak ikut putusan partai, Andreas menyerahkan sepenuhnya pada mekanisme badan kehormatan partai.

"Saya kira di sini tentu pilihan orang, tapi kalau partai ketika dia memilih itu harus ada konsekuensi dari situ. Konsekuensinya nanti akan dibahas di badan kehormatan partai. Saya tetap optimistis PDIP akan solid memenangkan Gus Ipul dan Azwar Anas," pungkasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya