Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGACARA Farhat Abbas mengaku pemeriksaannya kali ini di KPK untuk mengklarifikasi sejumlah hal dalam kasus merintangi penyidikan dan memberikan keterangan palsu dalam perkara KTP-E. Salah satunya soal kedekat-an Ketua Bidang Hukum dan HAM DPP Partai Golkar Rudi Alfonso dengan Setya Novanto.
Farhat mengatakan Rudi Alfonso merupakan teman seprofesinya dengan Elza Syarief. Namun, ia mengaku tidak mengetahui indikasi keterlibatan Rudi dalam kasus merintangi penyidikan yang melibatkan Markus Nari dan Miryam S Haryani di persi-dangan Irman dan Sugiharto.
"Hanya informasi-informasi bahwa jabatan struktural dia di kepartaian, kedekatan, dan mungkin ada masa lalu dan lain-lain, itu hanya bagian yang mungkin tidak ada kaitannya dengan KTP-E," ungkap Farhat di Gedung KPK, kemarin.
Farhat mengakui pemeriksaan penyidik tidak mengejar pada pembuktian materiel, tapi lebih pada apakah Markus Nari dalam kasus ini berbohong atau tidak.
Selain itu, pada pemeriksaan selama kurang lebih 1 jam itu, penyidik juga menanyakan tiga hal, yakni soal komunikasinya dengan sesama pengacara Elza Syarief yang juga kliennya, soal percakap-annya di aplikasi perpesanan terkait kasus itu, juga soal kesaksiannya di persidangan Miryam S Haryani.
Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan Farhat diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MN (Markus Nari). Ini bukan pemeriksaan yang pertama bagi Farhat Abbas. Pada Agustus 2017 Farhat juga diperiksa untuk politikus Partai Golkar tersebut.
Sebelumnya, Wakil Bendum Bidang Jasa Keuangan Perbankan Partai Golkar Zulhendri Hasan menuding Farhat Abbas telah mengungkap peran Rudi Alfonso untuk memengaruhi Miryam memberikan keterangan palsu. Bahkan, Zulhendri mengaku sempat marah dan meminta Farhat Abbas bertanggung jawab atas pernyataan itu.
Nama Zulhendri sempat mencuat dalam persidangan politikus Partai Hanura Mir-yam S Haryani. Elza Syarief yand dihadirkan sebagai saksi mengaku mengetahui percakapan telepon antara Farhat Abbas dan Zulhendri dalam kasus yang menjerat Miryam.
Komunikasi Farhat dengan Zulhendri terjadi dua kali, yakni beberapa hari setelah Rapimnas Partai Golkar dan saat Novanto di Balikpapan. Dalam percakapan itu Farhat menanyakan aman atau tidaknya Novanto di kasus korupsi KTP-E. "Lalu adanya instruksi pencabutan BAP itu saya justru tahu dari Saudara Farhat," ucap Zulhendri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved