Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANCAMAN dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang akan menyerang balik TNI-Polri, ditanggapi santai.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian tidak menanggapi serius ancaman tersebut. Masyarakat tidak perlu khawatir atas ancaman represif dari KKB, pasalnya kekuatan Polri dan TNI di Papua lebih besar.
"Papua sudah saya jelaskan berkali-kali. Pasti kita layani. Negara Indonesia ini kekuatan TNI dan Polri jauh lebih besar daripada mereka," tegas Tito, Selasa (21/11).
Tito mengaku mengetahui kekuatan OPM karena pernah menjabat sebagai Kapolda Papua. Dia menegaskan Indonesia memiliki kekuatan aparat yang jauh lebih besar dari OPM. Ia pun meminta jajarannya supaya siap menghadapi ancaman dari KKB.
"Perlu saya tegaskan, negara Indonesia kekuatan TNI-Polri jauh lebih besar daripada mereka. Saya mantan Kapolda Papua, saya tahu (kondisinya). (Jadi) kami hadapi," tegas Tito.
Sebelumnya juru bicara OPM Sebby Sambom menegaskan pihaknya akan melakukan balas dendam terhadap Satgas Terpadu TNI-Polri. Ancaman itu ditebarkan sebagai buntut dari kesigapan TNI-Polri yang berhasil membebaskan ribuan warga yang disandera OPM di Tembagapura, Papua.
Tito pun menegaskan, Satgas Terpadu TNI-Polri saat ini masih melakukan pengejaran terhadap KKB di Papua. Pasalnya potensi ancaman masih terjadi.
Diketahui, ada 21 buronan yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait berbagai kasus penembakan di wilayah Tembagapura dan sekitarnya. TNI-Polri juga akan membangun pos satgas terpadu di Banti dan Kimbeli, Mimika untuk mencegah masuknya KKB. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved