Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Idrus Marham meminta semua pihak memberikan waktu kepada Golkar untuk menjalankan mekanisme yang diperlukan, terkait pergantian kepemimpinan di tubuh partai itu.
Pascapenahanan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto oleh KPK pada Minggu (19/11) malam, Golkar tak hanya punya pekerjaan rumah untuk menentukan pemimpin partai mereka, tapi juga ketua di lembaga dewan.
"Ini baru sehari baru kemarin, (Novanto) dinyatakan masuk (tahanan KPK). Ya saya kira berilah kesempatan kepada Golkar untuk membicarakan secara internal seperti apa dan tentu nanti ada langkah-langkah yang disampaikan," kata Idrus di Kantor Pusat DPP Golkar di kawasan Slipi, Jakarta Barat, kemarin.
Untuk itu, ujarnya, DPP Partai Golkar akan menggelar rapat pleno. Hari ini (Selasa 21/11), rencananya rapat pleno tersebut akan digelar dengan agenda konsolidasi internal. Namun ia belum memastikan apakah posisi ketua umum akan digantikan secara sementara oleh pelaksana tugas (Plt) atau pemilihan nama baru secara definitif.
"Untuk menjalankan roda organisasi mekanismenya misalnya disepakati ada plt, lalu plt itu dibicarakan di mana, itu tergantung rapat pleno, dari aspirasi yang berkembang dari teman-teman dan itu senior-senior segera melakukan rapat pleno," sambungnya.
Idrus menuturkan, dalam sebuah perbincangan dengannya beberapa hari lalu, Novanto mengaku bahwa ia ikhlas dan tidak akan menghambat seluruh mekanisme dalam proses pergantian dirinya, baik sebagai Ketua Umum Partai Golkar maupun Ketua DPR RI.
"Secara pribadi dari hati ke hati Pak Nov itu sudah menyampaikan kepada saya, ya bahwa kalau memang proses perjalanannya seperti ini, dia ikhlaskan semua," ungkap Idrus.
Sehingga menurutnya, tidak ada masalah bagi partai berlambang pohon beringin itu untuk mengambil langkah secara baik-baik dalam proses pergantian kepemimpinan tersebut. "Cuma jangan ini terkesan-kesan dikuyuh-kuyuh, didesak-desak seakan ini sudah kiamat," imbuhnya.
Dia pun menjelaskan, Golkar memahami bahwa proses pergantian itu dinantikan semua pihak juga berkaitan dengan kepemimpinan di DPR RI.
"Teman-teman di MKD (DPR), kita mintalah, kalau ketua umumnya ditimpa seperti ini bagimana perasaannya gitu aja. Kita tahu lah semua itu untuk menjaga keharmonisan komunikasi politik antara Golkar dengan partai yang lain, agar kemitraan kita tetap dinamis dan produktif. Jangan karena ada kepentingan tertentu kemudian ini seakan-akan harus, semakin disudutkan, ini nggak boleh," paparnya. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved