Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DRAMA pelarian tersangka KTP elektronika Setya Novanto yang berujung kecelakaan akibat kendaraannya menabrak tiang listrik, menjadi perhatian publik.
Ketua DPR ini akhirnya dirawat di RSCM, dan sejumlah pihak mengirimkan karangan bunga, termasuk Ketua Pengusaha Muda Indonesia Sam Aliano.
Papan karangan bunga berisi tulisan harapan agar Ketua Umum Partai Golkar tersebut lekas sembuh, namun dituliskan dengan nada satir, "Semoga lekas Sembuh - Papa Tiang Listrik #Save Tiang Listrik."
Malangnya, tak berapa lama karangan bunga tersebut kemudian dirusak oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Setelah status pembantarannya di RSCM dicabut dan ditahan di Rutan KPK Kuningan, sejumlah karangan bunga kembali berdatangan ke depan gedung KPK. Menurut petugas pengamanan karangan bunga tersebut datang satu persatu mulai sekitar pukul 10.00 WIB, termasuk Sam Aliano yang kembali mengirimkan karangan bunga.
Isi Karangan bunga kali ini mengucapkan selamat kepada KPK atas kinerjanya, dan berharap KPK tetap tegak berdiri seperti tiang listrik. Bahkan Aliano juga turut datang sendiri ke KPK untuk mengucapkan selamat.
"Saya datang ke sini untuk memberikan selamat kepada KPK atas hasil kerja baik, hebat, dan berani. Selain itu saya membawa karangan bunga kepada KPK, dan saya mau ucapkan selamat, sukses, atas kerja yang luar biasa dan membuat rakyat semua senang," ujar Aliano, Senin (20/11).
Indonesia adalah negara hukum dan semua orang sama di mata hukum. Sehingga tidak bolah ada pihak yang mempermainkan karena hukum harus ditaati dan dihormati.
Terkait karangan bunga kirimannya yang dirusak, ia berniat melaporkan hal tersebut ke Bareskrim Polri untuk mencari pihak misterius yang merusak karangan bunganya. Bahkan dirinya menyatakan bersedia memberikan imbalan hingga Rp1 milar bagi pihak yang dapat menangkap atau memberikan informasi yang valid, terkait siapa pihak yang merusak karangan bunganya yang di RSCM.
Dirinya menyatakan bahwa hal tersebut bukan soal harga dari karangan bunganya namun sudah berkaitan dengan harga diri.
"Saya bersedia memberikan hadiah sebesar Rp1 miliar kepada siapa pun yang tahu keadaan orang itu, atau memberikan informasi atau menangkapnya. Ini bukan masalah harga tetapi sudah menyangkut harga diri bahwa bunga itu dirusak, oleh seseorang atau bersama-sama itu melanggar hukum. Karena itu saya ingin melaporkan hal itu ke Bareskrim Polri," tegas Aliano .
Salah satu motivasinya mengirimkan karangan bunga ke KPK adalah untuk menyemangati lembaga ini agar terus menegakkan keadilan dan menangkap para koruptor di Indonesia. Terutama bagi yang mempermainkan hukum, bahwa terbukti siapapun yang mempermainkan hukum akan kembali diproses oleh KPK.
Sebagaimana diketahui hingga saat ini selain karangan bunga dari Aliano masih terdapat 4 karangan bunga lainnya. Dua karangan bunga lainnya juga memberikan dukungan kepada KPK sedangkan dua lainnya meminta kelanjutan kasus dari Pelindo II. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved