Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi I DPR dari Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, mengapresiasi keberhasilan Tim Gabungan TNI-Polri dalam mengevakuasi ratusan warga yang disandera oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Desa Kimbely dan Desa Banti, Tembagapura, Mimika, Papua.
Menurut Jazuli, TNI-Polri harus terus memastikan dan menjamin keamanan warga asli yang menetap di dua desa tersebut.
"Ini menegaskan bahwa negara tidak kalah melawan teror," ujar Jazuli, kemarin.
Untuk itu, kata Jazuli, upaya melumpuhkan kelompok teror KKB tidak boleh kendur. Menurutnya, proses pengamanan tidak boleh berhenti begitu saja.
"Upaya melumpuhkan kelompok teror KKB harus dilakukan secara efektif dengan zero korban jiwa, terutama dari pihak aparat. Anggota KKB yang menyerahkan diri dan kembali ke pangkuan NKRI bisa diampuni setelah melalui proses hukum," pungkasnya.
Di kesempatan terpisah, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menjelaskan dalam operasi pembebasan sandera, pasukan gabungan dari Kopassus, Bataliyon 751 Raider, dan Taipur Kostrad melakukan pergerakan sejauh empat setengah kilometer selama 3-4 hari, kemudian melakukan serangan di dua tempat markas KKB.
"Setelah pasukan gabungan TNI dan Polri berhasil menguasai lokasi yang dikuasai KKB, saya perintahkan agar mengutamakan keselamatan sandera. Sebelum evakuasi, saya perintahkan agar kiri-kanan jalan harus aman," ujar Panglima seusai memberikan orasi ilmiah pada Sidang Terbuka Senat Universitas Islam Bandung dalam rangka memperingati Milad ke-59 Universitas Islam Bandung (Unisba) 2017, di Aula Utama Unisba, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/11).
Lebih lanjut, Gatot mengatakan sandera yang merupakan warga asli tetap bertahan di kampungnya dengan penjagaan dari TNI dan Polri, sedangkan yang bukan berasal dari kampung itu telah diungsikan.
"Soal KKB yang melarikan diri sedang dalam pengejaran, tapi fokus saya yang penting ialah sandera harus selamat," ujarnya.
Di hadapan awak media, Panglima TNI mengingatkan bahwa Indonesia yang terbentang dari Sabang hingga Merauke merupakan negara kesatuan dan berdaulat.
Segenap rakyat harus dijamin keselamatannya, tidak boleh ada sejengkal tanah NKRI yang tidak aman bagi warga.
Senjata rampasan
Polri menampik ada pemasok senjata pada KKB pelaku penyanderaan di Papua. Senjata diduga selundupan dan hasil rampasan.
"Sumber senjata berasal dari luar, bisa dari luar negeri," kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto di Gedung Graha Adya Wicaksana, Jakarta, kemarin, seperti dikutip Metrotvnews.com.
Rikwanto mengatakan senjata KKB bisa juga berasal dari TNI dan Polri, dengan cara merampas senjata dari sejumlah anggota yang gugur.
"Jadi, beberapa waktu lalu kita baku tembak, anggota kita gugur, mereka ambil senjatanya," ucap Rikwanto.
Ia memastikan penjagaan sekaligus penyisiran terus dilakukan aparat gabungan TNI-Polri. Aparat juga masih disiagakan di lokasi konflik di Tembagapura.
Aparat gabungan TNI-Polri, pekan lalu, berhasil membebaskan ribuan warga yang terisolasi di Kimbely dan Banti, Tembagapura.
Sebanyak 347 warga di antaranya dievakuasi, sedangkan sisanya tetap bertahan di desa masing-masing dengan pengamanan dari aparat.
Kapolda Papua Boy Rafli Amar mengatakan motif KKB mengisolasi warga ialah ingin menguasai lokasi pendulangan emas tradisional milik rakyat yang ada di sana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved