Ketum Baru Harus Diterima Semua Faksi di Golkar

Dero Iqbal Mahendra
19/11/2017 16:03
Ketum Baru Harus Diterima Semua Faksi di Golkar
(Ist)

KETUA Umum Partai Golkar Setya Novanto kini masih terbaring di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta akibat kecelakaan tunggal yang dialaminya, beberapa waktu lalu. Setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP elektronik (KTP-E), Novanto hampir pasti menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika dinyatakan kondisi kesehatannya telah membaik.

Situasi ini menyebabkan Partai Golkar bakal tanpa pemimpin. Menurut pengamat politik Emrus Sihombing, Golkar harus segera mempersiapakan komandan baru menggantikan Novanto. Namun, harus dipastikan calon ketua umum baru partai berlambang beringin itu dapat diterima oleh semua kalangan di internal Golkar.

"Pertama, yang bisa merangkul semua faksi yang ada di Golkar. Kedua, tidak bagian dari kubu yang berseberangan. Ketiga, yang bisa melakukan komunikasi politik dengan pemerintah," ujar Emrus dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia di Jakarta, kemarin.

Selain itu, menurut Emrus, calon ketua umum baru juga harus mau bekerja penuh memperbaiki Golkar dan dipasstikan bukan kelanjutan dari statusquo. "Rekam jejaknya juga harus bersih dari perilaku koruptif," imbuh Emrus.

Desakan agar Golkar segera mencari pengganti Novanto sempat disuarakan Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung. "Tidak ada langkah lain, Golkar harus segera melakukan perbaikan. Golkar harus segera menyiapkan pergantian kepemimpinan," ujarnya usai pembukaan Musyawarah Nasional Kahmi di Medan, Jumat (17/11) lalu.

Sebelumnya, Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid mengatakan pihaknya akan mengelar rapat pleno dan evaluasi membahas situasi internal Golkar setelah Novanto dirawat di RSCM. Namun demikian, Nurdin mengatakan, rapat tersebut tidak terkait dengan agenda musyawarah luar biasa (Munaslub) untuk membahas pergantian Novanto sebagai ketua umum. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya