Upaya Melumpuhkan Kelompok Teror KKB Tak Boleh Kendur

Astri Novaria
19/11/2017 15:46
Upaya Melumpuhkan Kelompok Teror KKB Tak Boleh Kendur
(Bupati Puncak Willem Wandik saat menerima dan memberikan bendera Merah Putih kepada pimpinan 154 orang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menyatakan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Foto: Istimewa/Marcelinus Kelen)

ANGGOTA Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS, Jazuli Juwaini mengapresiasi atas keberhasilan Tim Gabungan TNI-Polri dalam mengevakuasi ratusan warga yang disandera oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Desa Kimbely dan Desa Banti, Mimika, Papua.

Menurut Jazuli, TNI-Polri harus terus memastikan dan menjamin keamanan warga asli yang menetap di dua desa tersebut. "Ini menegaskan bahwa negara tidak kalah melawan teror," ujar Jazuli, Minggu (19/11).

Untuk itu, kata dia, upaya melumpuhkan kelompok teror KKB tidak boleh kendur. Menurutnya proses pengamanan tidak boleh berhenti begitu saja.

"Upaya melumpuhkan kelompok teror KKB harus dilakukan secara efektif dengan zero korban jiwa terutama dari pihak aparat. Anggota KKB yang menyerahkan diri dan kembali ke pangkuan NKRI bisa diampuni setelah melalui proses hukum," pungkasnya.

Aparat gabungan mengevakuasi 350 warga yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua. Kapolda Papua Irjen Boy Rafli mengatakan proses evakuasi berlangsung hampir lima jam.

"Proses evakuasi diiringi serangan atau tembakan dari anggota KKB," kata Boy Rafli di Jayapura, Jumat lalu.

Ratusan warga dibebaskan dari lokasi penyanderaan di Kimbeli. Pembebasan dilakukan sekitar pukul 09.30 WIT, dengan pasukan yang dipimpin Komandan Satuan Brimob Polda Papua Kombes Mathius D Fakhiri. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya