Panglima TNI: Kelompok Bersenjata di Papua Terus Diburu

Octavianus Dwi Sutrisno
19/11/2017 14:50
Panglima TNI: Kelompok Bersenjata di Papua Terus Diburu
(Warga yang berhasil dievakuasi Satuan Tugas Terpadu Penanganan Kelompok Kriminal Bersenjata tiba di Timika, Papua, Jumat (17/11). ANTARA /Jeremias Rahadat)

KONDISI Papua saat ini dinyatakan aman pascabebasnya 350 warga yang disandera kelompok bersenjata di Tembagapura. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, Pasukan TNI saat ini sedang memburu para penyandera yang melarikan diri.

"Kelompok Kriminal bersenjata yang sebelumnya menyandera lebih dari seribu warga Negara Indonesia telah melarikan diri saat pasukan khusus TNI membebaskan para sandera, dan kini tengah dalam pengejaran," kata Gatot di Bandung, hari ini.

Gatot menuturkan, koordinasi pengamanan antara TNI-Polri dalam pengamanan warga sipil saat operasi pembebasan para sandera, terjalin dengan sangat baik.

"Ketika pembebasan sandera di Desa Kimberly dan Desa Bati dilakukan oleh anggota Kopassus bersama anggota Batalyon 751 Raider dan kostrad, untuk selanjutnya dilakukan evakuasi warga yang disandera oleh jajaran TNI Polri," ujarnya.

Gatot mengaku bersyukur operasi pembebasan para sandera berhasil dengan baik. Dan,tidak ada korban dari warga sipil yang menjadi sandera.

"Misi yang ditugaskan kepada petugas TNI AD yaitu mengutamakan keselamatan warga masyarakat," pungkasnya.

Aparat gabungan mengevakuasi 350 warga yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua. Kapolda Papua Irjen Boy Rafli mengatakan proses evakuasi berlangsung hampir lima jam.

"Proses evakuasi diiringi serangan atau tembakan dari anggota KKB," kata Boy Rafli di Jayapura, Jumat, 17 November 2017.

Ratusan warga dibebaskan dari lokasi penyanderaan di Kimbeli. Pembebasan dilakukan sekitar pukul 09.30 WIT, dengan pasukan yang dipimpin Komandan Satuan Brimob Polda Papua Kombes Mathius D Fakhiri. (MTVN/OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya