NasDem Prioritaskan Cawagub dari Golkar

PS/Ant/P-4
16/11/2017 08:46
NasDem Prioritaskan Cawagub dari Golkar
(MI/Panca Syurkani)

KETUA DPD Partai Golkar Sumatra Utara Ngogesa Sitepu mundur dari bursa Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Sumatra Utara 2018.

Ngogesa yang sebelumnya dipasangkan dengan petahana Tengku Erry Nuradi dari Partai NasDem mengumumkan pengunduran diri tersebut secara mendadak, kemarin.

Ngogesa mengaku ingin berkonsentrasi dengan pemulihan kondisi fisik dan kesehatannya yang terus menurun sejak beberapa pekan terakhir.

Padahal, Ketua Umum DPD Partai Golkar Setya Novanto sudah mengumumkan Ngogesa yang bakal mendampingi Tengku Erry.

"Saya mengundurkan diri dari bursa pencalonan Wakil Gubernur Sumatra Utara Tahun 2018 ini karena alasan kesehatan saya yang terus menurun," ujar Ngogesa ini di Stabat, Langkat, Sumatra Utara, kemarin.

Meski mundur, kata Ngogesa, dirinya dan Partai Golkar Sumut mengaku tetap solid mendukung Partai NasDem yang mengusung Tengku Erry Nuradi sebagai calon gubernur di Pilkada 2018.

Ngogesa pun mempersilakan Tengku Erry mencari pengganti dirinya.

"Saya mempersilakan Tengku Erry Nuradi untuk mencari pasangannya di pilkada nanti dan Partai Golkar Sumatra Utara tetap solid mendukung Partai NasDem yang mencalokan Tengku Erry Nuradi sebagai calon Gubernur Sumatra Utara," tegas Bupati Langkat tersebut.

Sekretaris Partai NasDem Sumatra Utara Iskandar ST mengatakan, meski belum mendapatkan keterangan resmi dari Partai Golkar, pihaknya menghormati keputusan tersebut.

Meski menghormati sikap dan keputusan Ngogesa Sitepu, Partai NasDem Sumatra Utara terus berkeinginan agar komunikasi dan koalisi dengan Partai Golkar tetap berlangsung.

"Kalau memang Ngogesa Sitepu mundur, kita tetap menunggu calon dari Partai Golkar untuk diusulkan ke DPP (Partai NasDem)," katanya.

Pihaknya tidak membantah jika melakukan komunikasi politik dengan partai politik lain karena NasDem hanya memiliki lima kursi di DPRD Sumatra Utara sehingga tidak dapat mencalonkan sendiri.

Syarat mencalonkan ialah Partai politik atau gabungan partai politik yang memiliki kursi paling sedikit 20 dari jumlah kursi di DPRD Provinsi Sumatra Utara.

Golkar memiliki 17 kursi.

"NasDem sangat fokus dan memprioritaskan Partai Golkar. Kemungkinan (koalisi) selalu terbuka, tetapi kemungkinan besar tetap kita harapkan dari Partai Golkar," katanya.

Ia yakin mundurnya Ngogesa tidak terkait dengan deklarasi tunggal Tengku Erry yang digelar Partai NasDem di Lapangan Merdeka Medan pada 12 November 2017.

"Tidak ada korelasi karena deklarasi di Lapangan Merdeka itu internal dulu, selanjutnya deklarasi dengan Partai Golkar untuk mendeklarasikan pasangan ini," katanya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya