Dedi Mulyadi Fokus Naikkan Elektabilitas Partai Golkar

Reza Sunarya
14/11/2017 19:26
Dedi Mulyadi Fokus Naikkan Elektabilitas Partai Golkar
(MI/ROMMY PUJIANTO)

KETUA Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengaku tidak memikirkan rekomendasi partainya yang telah mengusung Wali Kota Bandung Ridwan Kamil berpasangan dengan anggota DPR Daniel Muttaqien pada Pemilihan Gubernur Jabar 2018 mendatang.

"Perjuangan kita sebagai kader masih jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan perjuangan Bang Akbar Tandjung saat menjaga Partai Golkar dari ancaman pembubaran saat itu,” kata Dedi Mulyadi di Purwakarta, Selasa (14/11).

Kondisi partai yang dipimpin Setya Novanto itu, menurut Bupati Purwakarta itu, membutuhkan energi besar untuk mengonsolidasikan diri menjelang berbagai kontestasi politik ke depan. Tujuannya, kata dia, bukan untuk mengejar jabatan dan kekuasaan, melainkan untuk mengamalkan doktrin karya dan kekaryaan yang menjadi ideologi dasar partai tersebut.

"Sejak kemarin banyak pernyataan berseliweran di media bahwa Dedi Mulyadi tidak akan meninggalkan Partai Golkar. Ya memang saya mau ke mana? Saya tetap bersama kader. Saya memahami keadaan yang ada, tetapi justru kondisi ini semakin menguatkan hubungan kader dengan saya. Ingat, politik bukan soal nama dalam daftar pileg (pemilihan legislatif), bukan soal rekomendasi bupati/wali kota dan gubernur, tetapi soal pengamalan doktrin karya dan kekaryaan," jelasnya.

CEO PolMark, Eep Saefullah Fatah, dalam paparannya, menjelaskan bahwa selama ini Partai Golkar berhasil bertahan dan tumbuh murni atas kinerja kader arus bawah.

Dalam konteks Jabar, penulis buku 'Membangun Oposisi' tersebut mengatakan pemilih di Jabar hanya bisa terpengaruh oleh tokoh dalam unit sosial terkecil, bukan konstelasi elite.

"Jangan kira Jakarta bisa mengatur kemenangan di provinsi atau kabupaten/kota. Seluruh kemenangan itu hanya dapat terwujud atas kinerja kader arus bawah yang mengetuk pintu-pintu rumah para calon pemilih," ujarnya yang bertindak sebagai pembicara kunci dalam diskusi tersebut.

Seharusnya, kata Eep, keputusan yang diambil oleh elite di Jakarta linear dengan keinginan kader arus bawah yang sudah bekerja untuk partai.

"Jangan sampai sepucuk surat yang ditandatangani oleh elite di Jakarta berakibat kontraproduktif terhadap kemajuan partai," ucapnya yang disambut tepuk tangan kader Golkar Jabar. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya