Emil Ingin Bebas Pilih Cawagub

Bayu Anggoro
14/11/2017 08:04
Emil Ingin Bebas Pilih Cawagub
(ANTARA/FAHRUL JAYADIPUTRA)

CALON Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) berharap diberi kebebasan memilih calon wakil gubernur di ajang Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat 2018.

Emil ingin berpasangan dengan sosok yang memiliki kedekatan emosional dengannya.

Emil menilai hubungan baik dengan kandidat calon wakil gubernur menjadi hal utama agar duet tersebut bekerja dengan baik.

Terlebih, kerja sama di antara mereka harus terus terjalin hingga akhir masa jabatan pada 2023.

"Karena kan kita akan bekerja selama lima tahun. Jadi, harus ada chemistry-nya," kata Emil yang juga Wali Kota Bandung kepada wartawan di Bandung, kemarin

Selain memiliki chemistry, Emil berharap calon wakilnya punya tingkat keterpilihan (elektabilitas) yang tinggi di masyarakat.

Menurut dia, mekanisme survei sebaiknya digunakan.

"Kalau respons dari masyarakat baik, itu berarti masyarakat memilih. Siapa saja tidak masalah, dari kalangan mana saja juga tidak masalah," katanya.

Penentuan nama calon wakil gubernur untuk mendampingi Emil memang sedang berlangsung alot.

Dua dari empat partai yang ikut mengusungnya sama-sama menetapkan syarat bila Emil ingin mendapat dukungan resmi. PPP dan Golkar sama-sama mengajukan calon mendampingi Emil.

Partai Kabah mengusulkan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum, Golkar mengharuskan anggota DPR Daniel Muttaqien menjadi calon wakil gubernur buat Emil.

Golkar memiliki 17 kursi di DPRD Jawa Barat, sedangkan PPP mempunyai 9 kursi.

Namun, PPP lebih dahulu menyatakan dukungan ke Emil.

Hasil survei Indocon menyebutkan elektabilitas Emil berada di posisi teratas dengan 34,6%, disusul Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi (15,3%).

Namun, untuk posisi calon wakil gubernur, elektabilitas Desy Ratnasari berada di posisi pertama (17%), disusul Uu Ruzhanul Ulum (8%).

Sebelumnya, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menegaskan NasDem menyerahkan sepenuhnya kepada Emil untuk memilih calon wakilnya.

NasDem termasuk salah satu partai pengusung Emil.

Perlu diperhatikan

Pakar politik dan pemerintahan dari Universitas Padjadjaran Bandung, Firman Manan, menilai faktor kedekatan emosional menjadi faktor penting yang harus diperhatikan dalam memilih calon wakil gubernur.

"Political chemistry. Emil ini nyaman dengan siapa," kata dia.

Menurutnya, calon wakil gubernur yang memiliki kinerja dan rekam jejak bagus akan menjadi sia-sia jika tidak memiliki kedekatan emosional yang baik dengan gubernur.

Selain itu, menurutnya, calon wakil gubernur harus disepakati partai pengusung. Setiap partai pengusung harus diajak diskusi dalam menentukan kandidat tersebut.

"Kompromi di antara partai pendukung. Jangan sampai ditentukan calon wakil gubernurnya, tapi tidak disepakati bersama," katanya.

Dia menambahkan, saat ini Uu menjadi kandidat calon wakil gubernur yang lebih unggul jika dibandingkan dengan kandidat lainnya karena sudah cukup lama mendeklarasikan diri akan maju pada ajang tersebut.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya