NasDem-NU Komit Perkuat NKRI

Christian Dior Simbolon
13/11/2017 17:43
NasDem-NU Komit Perkuat NKRI
(MI/ARYA MANGGALA)

SEJUMLAH pemimpin DPP Partai NasDem berkunjung ke markas Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di kawasan Salemba, Jakarta, kemarin. Kedatangan rombongan yang dipimpin oleh Ketua Bappilu DPP Nasdem Effendy Choirie (Gus Choi) guna meminta restu dan masukan dari PBNU terkait rencana NasDem menggelar rapat kerja nasional (rakernas) di JI Expo Kemayoran pada 15-17 November.

"Silaturahim partai Nasdem ke PBNU. PBNU kan sesepuh bangsa. Pendiri bangsa. Sekaligus kita meminta restu kepada NU atas ulang tahun NasDem yang keenam dan NasDem punya gawe rapat kerja nasional besok. Kami mengundang PBNU secara resmi untuk hadir dalam Rakernas," ujar Gus Choi kepada wartawan usai pertemuan.

Selain Gus Choi, hadir dalam pertemuan itu Wasekjen DPP NasDem bidang OKK Hermawi Taslim, Sekretaris Mahkamah Partai Atang Irawan, Ketua Bidang Kesehatan Perempuan dan Anak Amelia Anggraini, Ketua DPP Bidang Kelautan dan Maritim Emmy Hafild, dan Wakil Bendahara Umum partai Joice Triatman.

Ada sejumlah agenda strategis yang bakal dibahas selama Rakernas, di antaranya deklarasi pendukungan kembali Jokowi sebagai Presiden, menyusun program kerja NasDem untuk 1 tahun ke depan dan merespons problem aktual bangsa Indonesia.

Khusus agenda yang terakhir, Gus Choi mengatakan, Nasdem merasa perlu masukan-masukan dari PBNU selaku organisasi Islam yang dikenal sangat moderat. NU dan NasDem sepakat untuk mempererat kerja sama guna menjaga dan memperkuat NKRI.

"NasDem memandang NU sebagai kelompok yang paling strategis, yang punya sejarah panjang. Dalam perjalanannya juga kita lihat betul-betul istiqomah dan bahkan menjadi jangkar republik ini. Siapapun kelompok bangsa di negeri ini tidak bisa tidak harus bekerja sama dan bermitra strategis dengan NU," imbuhnya.

Hal senada diutarakan Ketua PBNU Said Aqil Siradj. Menurut dia, NasDem dan NU memiliki visi dan misi yang mirip. "Kita punya pemikiran cocok, sama. Semua bertujuan mempertahankan, menyelamatkan, merawat dan memperkuat NKRI," ujarnya.

Ditambahkan Said Aqil, beragam persoalan bangsa yang muncul saat ini tidak bisa diatasi NasDem dan NU tidak diatasi sendirian. Semua pemangku kepentingan di negeri ini harus bahu membahu berkontribusi dalam mencari solusi bagi persoalan bangsa. "Harus bergandengan tangan," imbuhnya.

Tak lupa, Said mengingatkan, agar pemerintah juga bersikap adil terhadap semua kelompok di negeri ini. "Pelajaran berharga dari masa lalu ketika ada kelompok dianakemaskan, dan yang lain dianaktirikan, akibatnya krisis. Bukan hanya krisis moneter saja, tapi juga krisis kepercayaan. Satu sama lain saling curiga. Kita harus bersatu on the right track," tandasnya. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya